Tanggung Jawab Seorang Anak

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan ” PERBUATAN LUAR BIASA “. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya kanak-kanak yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.

Yang membuatnya dianggap luar biasa ternyata adalah perhatian dan pengabdian pada ayahnya, senantiasa kerja keras dan pantang menyerah, serta perilaku dan ucapannya yang menimbulkan rasa simpati.

Sejak ia berusia 10 tahun ( tahun 2001 ) anak ini ditinggal pergi oleh ibunya yang sudah tidak tahan lagi hidup bersama suaminya yang sakit keras dan miskin. Sejak itu Zhang Da, demikian nama anak itu, hidup dengan sang ayah yang tidak bekerja, tidak bisa berjalan dan sakit-sakitan. Continue reading

Habibie & Dewa di Kick Andy Off-Air.

Sore yang cerah Sabtu, 16 Mei 2009. Saya dan Habibie menuju Sogo Senayan lantai 5 tepatnya di Toko Buku Kinokuniya, toko ini termasuk toko buku papan atas. Untuk memenuhi undangan Bang Andy Noya di acara Kick Andy Off-Air Diskusi Buku Andy’s Corner 2. Dengan 2 narasumber yang diundang Dewa + Ibu Poppy dan Habibie Afsyah + saya.

Acara dibuka dengan tegur sapa manis mas Husein, disambut dengan tepuk tangan meriah audience. Diawali dengan berbagi hadiah dan pertanyaan-2 ringan tentang buku Andy’s Corner, yang disambut antusias oleh audience. Tak lama kemudian Bang Andy Noya membuka acara dengan sapa dan memanggil Dewa dan Ibu Poppy sebagai narasumber pertama.

Ibu Poppy yang cantik datang dengan menggendong puteranya yang berusia 6 tahun yang namanya Dewa. Setelah memperkenalkan diri Ibu Poppy menceritakan tentang putera semata wayangnya, yang menderita Cereble Palsy. Continue reading

Ibu Habibie: Mendidiklah dengan Hati, Bukan dengan Emosi dan Ambisi

Semua orang mengakui, bukan hal yang mudah membesarkan anak berkebutuhan khusus atau cacat. Tantangannya bukan sekadar tantangan fisik, finansial, namun juga mental dan spiritual. Itulah yang dialami oleh sebagian orang tua di dunia ini, yang mungkin tidak “seberuntung” kebanyakan orang tua lainnya yang dikaruniai anak-anak yang sehat dan tak kekurangan apa pun. Namun, di antara sedikit orang yang harus menanggung tantangan tersebut, ada nama Endang Setyati atau juga dikenal dengan sebutan Ibu Habibie, yang mampu memandirikan Habibie anaknya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Sama seperti para orang tua pada umumnya, yang merasa harus menanggung beban sangat berat karena dikaruniai anak berkebutuhan khusus. Dalam benak perempuan kelahiran Yogyakarta, 17 Desember 1951 ini, bahkan sempat pula muncul pertanyaan kepada Tuhan, “Apakah ini adil bagi kami?” Namun, berbekal hasil didikan orang tua, semangat yang pantang meredup, serta hasrat sangat besar untuk memandirikan sang anak, pensiunan Perum Perhutani ini pun sanggup menanggung semua beban tersebut. Bahkan, akhirnya ia melihat kenyataan bahwa semangatnya untuk membimbing anak dengan hati dan cinta itu pun telah menumbuhkan semangat baru di antara sekian banyak orang di negeri ini. Continue reading