Barrier Free Torism

Pagi yang cerah di hari Minggu 4 Maret 2012 sekitar jam 8.00 – 9.00 di depan shelter TransJakarta Pasar Festifal – Kuningan Jakarta Selatan berkumpul -/+ 50 orang istimewa dan pemerhati disabled.
Ada mba Pingky Warow dan adiknya bersama komunitasnya beberapa orang Tuna Rungu. Saya dan Papa Habibie Afsyah & sahabatnya Reza. Ibu Ade Eva dan suami Mama& Papa Fariz. Ada Ridwan Somantri dan istrinya Yani, mba Frida, pak H. Benyamin dan kelg, mba Cucu dan suaminya Faizal dan masih banyak lagi yg tidak saya sebutkan satu persatu kami komunitas dari Tuna Daksa.

Mr. Blindman Jack atau mas Jaka, mas Tryan, adik Bilqis 6 th didampingi Bundanya dan masih banyak lagi yg saya lupa namanya.

Mereka berkumpul disana bukan untuk kongko-kongko omong kosong tapi mereka punya tujuan mulia untuk bersama-2 meng-edukasi banyak orang tentang keberadaan mereka sebagai bagian dari penduduk Jakarta.

Tiba-2 cuaca cerah mendadak menjadi mendung dan kemudian turun hujan yg lumayan deras hingga kami segera berbagi tugas dan kelompok untuk meneruskan tujuan ke Taman Monas.

Hujan tidak menjadi kan kendala dalam melaksanakan niat yg mulia yg sudah lama direncanakan. Kelompok pertama mas Ridwan dan Fariz beserta dari Tuna Daksa disusul beberapa orang dari Tuna Rungu dan Tuna Netra dan para pendampingnya meluncur lbh dulu ke ram busway.

Disusul kelompok ke 2 mba Frida, mba Pingky Warow dan kawan-2. Kemudian kelompok ke 3 mba Cucu dan Habibie Afsyah dan mas Tryan dari Tuna Daksa dan Tuna Netra dan Tuna rungu sampai habis masuk ke ram busway sambil berteduh karna hujan yg agak lebat.

Para disabled yg bisa mengayuh kursi rodanya sendiri hrs beli karcis sendiri dan yg tidak bisa mengayuh kursi roda didampingi para Volunteer.

Mengapa hrs membeli tiket sendiri? Ini memang disengaja agar para disabled terbiasa melakukan aktifitas dan mobilitas menggunakan moda transportasi yg dipandang memiliki aksesibilitas & layak bagi mereka dan para petugas busway siap untuk melayani penumpangnya yg istimewa ini.

Pandangan masyarakat pun juga macam-2 ada yg binggung kenapa bayak pendang disabilitas di shelter busway, ada yg bergeser memberi kesempatan mereka untuk lewat lbh dulu, ada yg cuek atau acuh tak acuh, banyak juga yg penuh perhatian dan berempati ikut sibuk menolong dan mengangkat pengguna kursi roda masuk ke dalam busway.

Kesempatan ini tentu saja bertujuan untuk meng-edukasi masyarakat luas bahwa para disabled pun juga bisa dan biasa menggunakan transportasi busway.

Banyak pihak yg ter-edukasi termasuk orang tua para disabled pun jg termasuk di dalamnya. Paling tidak mereka bisa membahagiakan putra-putrinya untuk jalan-2 atau pesiar keliling kota menggunakan angkutan ini. Karena anak disabled pun juga ingin bisa menikmati kebahagiaan seperti anak-2 yg lain dan bahwa anak disabled pun bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dg masyarakat luas.

Ada lagi yg lbh urgent agar para orang tua disabled tidak canggung dan tidak malu membawa putra-putri mereka dg busway dan bersosialisasi dengan masyarakat luas diluar lingkungannya.

Saya yakin masih banyak manfaat yg bisa di petik dalam kegiatan ini. Bisa menambah wawasan bagi anak-2 dan membiasakan anak agar nyaman diluar lingkungannya.

Valentine Day Pro dan Kontra

Hari ini Selasa 14 Februari 2012, banyak dari kalangan muda cowok dan cewek dan banyak juga Bapak-2 & Ibu-2 menjadikan hari ini hari yg istimewa yg diperingati setahun sekali sebagai hari “Kasih-Sayang” ato lebih polpuler disebut sebagai “VALENTINE DAY” Terlepas pada mereka yg PRO-KONTRA bahkan ada yg menyatakan HARAM mo lihat blog nya KLIK saja http://senandungj.blogspot.com/….. Silahkan saja saya pribadi tetap menghargai perbedaan yg ada dimuka bumi ini, bahkan yg ada di Wall FB ini.

Continue reading

Selamat Tahun Baru 2012

Hari Subagya :) via googlegroups.com

11:17 (1 hour ago)

 

Trima kasih pak Guru Hari Subagya,

Silahkan kau campakkan kalender mu,

Tapi jangan kau campakkan aku, karna aku sangat membutuhkan diri mu.

Aku ingin selalu disamping mu dan aku ingin selalu di hati mu.

Aku ingin menjadi bagian dalam hidup mu.

Jangan lupa kan aku ya…. karena……

Aku selalu menanti cerita-2 inspiratif mu,

Karena kamu adalah sumber ilmu ku,

Karena kamu adalah GURU ku.

 

Salam hormat pak Guru,

Endang Setyati.

 

 

Hari Subagya :) 11:17 (2 hours ago)

To Me =>

Bunda yang cantik luar dalam…

Tentu tak ada yang mampu melupakanmu

Karena kehadiranmu sudah membangkitkan begitu banyak

Bunda bunda lesu menjadi terpacu

 

Ceria bahagia tak kenal mengeluh dan terus maju

Selamat tahun baru 2012 Bu Endang dan Mas Habibie

INSPIRATOR MOM!!!

Creating HAHAHA for Your Training and Public Speaking batch 5 : 18 Januari 2012

Effective Presentation Skills batch 2 : 21 Januari 2012

MTA Batch 20 : 8-10 Februari 2012

Training Design and Delivery batch 6 : 29 Februari – 1 Maret 2012

 

 

 

Aku Ini Bukan Siapa-Siapa

Aku ini bukan siapa-siapa kalau bukan karena dia.  Yah betul sekali aku ini hanyalah seorang Ibu biasa seperti Anda dan Ibu-ibu lainnya. Yang membedakan aku dan mereka karena aku punya anak namanya Habibie Afsyah, seoarang anak yang sangat istimewa buat aku. Dimata ku dia anak yang ganteng, murah senyum dan pandai bergaul. Saya tahu itu karena temannya banyak baik secara Online dan Off-line, hebatnya lagi semua teman-2nya menerima dia dengan terbuka dan sangat “WelCome”

Karena dia aku dikenal banyak orang, lebih dari yang saya bayangkan. Mereka sering memanggil ku dengan panggilan yang aku suka sekali “Ibu Habibie” Jika bukan karena dia tidak mungkin aku dicari wartawan, reporter TV dan media social lain.

Di acara "Ketemu Pepeng" (Dok Pribadi) Bahkan sering aku di panggil beberapa station TV sebagai narasumber acara talkshow dll untuk mendampinginya. Kick Andy – Zero to Hero di MetroTV, Ceriwis dan Dorce Show, Damai Indonesiaku, Ketemu Pepeng di TVOne, TransTV & Trans7, DAAI-TV, GlobalTV, TVRI dan TVNusantara pernah menayangkan profilnya.  Dia memang anak yang hebat maksudnya yang hebat itu semangat juangnya untuk sukses dan semangat belajarnya yang pantang menyerah walau hidupnya penuh kelemahan dan keterbatasan. Hidupnya sederhana tapi cita-citanya yang luar biasa . Dia ingin menjadi orang biasa yang ingin ikut mbangun bangsa bersama Yayasannya = Yayasan Habibie Afsyah dan mimpinya membangun IDCC = Indonesia Difable Care Community.

Betapa bahagia dan bangganya aku bisa tampil mendampingi anakku “Habibie Afsyah” tampil di event-event besar seperti “Hari Ibu 22 Desember” yang baru lalu. Hari Ibu diperingati hanya setahun sekali, acara yang sangat mulia dan bermakna “Sebuah penghargaan dan penghormatan bagi perjuangan berat dari seorang Ibu untuk  mensukseskan putra-putrinya.”  Ada dua station TV yang menampilkan diri ku sebagai narasumber di acaranya yaitu TVOne dengan acaranya “Ketemu Pepeng” sebuah acara yang inspiratif. Ditayangkan pada Rabu 21 Desember 2011 jam 13.30 dengan tema “Ibu….”  Trima kasih TVOne dan mas Pepeng telah memanggil kami.

Juga pada acara puncak memperingati “Hari Ibu” bersama ANTV dengan tema “Persembahan Untuk Ibu” ditayangkan pada hari Kamis 22 Desember 2011 jam 20.00. Sungguh suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri saya dan Habibie Afsyah dipanggil untuk hadir live show di studio ANTV, saat acara itu ditayangkan. Sempat menitikkan air mata saat penyanyi-penyanyi cantik dan ganteng serta anak-anak yang lincah mengalunkan suaranya yang merdu dengan puja dan pujian untuk Sang Bunda tercinta yang mengasihinya tanpa batas.

Dihari yang sama Kamis 22 Desember 2011 jan 9.00 – 12.00 satu kehormatan kami di undang di sebuah instansi pemerintah dibawah Kementerian Pendidikan PPPPTK/Vedca Jl. Raya Jangari KM 14 di Cianjur – Jawa Barat sebagai narasumber dalam merayakan “Hari Ibu” dengan tema “Ibu Sebagai Motivator Keluarga.” Sungguh bahagia ditengah keluarga besar PPPPTK/Vedca yang dinamis dan kreatif dibawah pimpinan Bpk. Siswoyo, MSi. Mereka sangat terbuka menerima kehadiran kami, rasanya betah tinggal disana. Udaranya sejuk suasananya penuh kekeluargaan, baru bertemu sekali seperti bertemu sahabat karib yang lama tak jumpa. Rasanya berat sekali melangkahkan kaki meninggalkan mereka untuk segera  pamitan ‘tuk kembali ke Jakarta karena tugas lain telah menanti. Masih terngiang di telinga suara merdu paduan suara karayawati dan Ibu Dharma Wanita yang menyanyikan lagu “Bunda” dan puisinya yang dibacakan dengan hati. Hingga mengharuskan Bapak-2 dan Ibu-2 yang hadir, pendengar dan penikmat lagu “Bunda” dan Puisi “Ibuku Malaikatku” menitikkan air mata larut dalam bahagia mengenang “IBU” mereka .

Tak terelakan angan ku melayang ke masa lalu, ingatan ku kuat melayang mengenang jasa-jasa dan perjuangan “Ibu ku” yang sarat penderitaan. Perjuangan seorang Ibu yang tulus tanpa pamrih dan ikhlas dikerjakan dengan suka cita dan tak ada rasa terpaksa karena cinta serta kasih sayangnya ‘tuk putra-putrinya. “Kasih Ibu Sepanjang Jalan” hanya karena beliau tidak ingin dan tidak mau melihat putra-putrinya hidup terlunta-lunta dan kekurangan harta benda seperti yang dialaminya. Sungguh mulia perjuangan mu “Ibu” Belum sempat rasanya aku membalas budi dan bakti pada Mu, namun kini Ibu telah dipanggil Sang Khaliq, Sang Maha Pencipta pemilik alam semesta.

Semoga “Ibu” di surga “Jannatunnaim” sana juga menyaksikan cucunya telah menorehkan prestasi di Bumi Pertiwi seperti yang pernah di cita-citakannya agar anak dan cucunya kelak hidup sukses, bahagia dan bermakna dunia dan akhirat. Hidup hanya satu kali harus sukses dinikmati dan disyukuri.

Trima kasih Tuhan Engkau telah memberikan yang terbaik dalam hidupku. Engkau telah memberikan tempat yang mulia dan terhormat bagi kami sekeluarga berkat seorang anak Habibie Afsyah.

Bagiku tak ada musibah yang ada hanya anugrah.

Setiabudi – Jakarta, 23 Desember 2011.