Aku bangga punya Habibie (Part 1)

Oleh ibuhabibie – 16 September 2009 – Dibaca 592 Kali –

Kawan…,

Bolehkah saya ceritakan tentang saat-2 paling bahagia dalam hidupku ? Andai Anda keberatan membaca tulisan dan ceritaku ato bahkan Anda sudah bosan melihat website ku….. sebaiknya Anda close saja dan ganti web lain….. ato silahkan Anda tinggalkan, masuk keperaduan dan tidur….. semoga mimpi indah.

Buat yang masih suka menyimak cerita ku….. ayolah kita sambung lagi…. pengin tau saat-2 paling indah didalam hidupku ?  yaitu suatu sore di hari Rabu tanggal 6 Januari 1988 kira-2 jam 19 tempatnya di RS St. Carolus…. tapi ini bukan kisah tentang lagu Berpisah di teras Sint Carolus loh.

afsyah-habibie011

Saat itulah Habibie untuk pertama menghirup udara dibumi ini… betapa bahagianya aku… rasanya hidup ini lebih berarti menjadikan diriku seorang wanita dan seorang ibu yang sempurna….. melihat bayi montok, putih, cakep, ganteng yang ada didekatku…. capek, lelah, sakit yang beberapa jam lalu saya rasakan sirna sudah…. mana kala melihat bayi montok yang menggeliat-2 disampingku yang sedang kedinginan….. dalam hatiku muncul perasaan seandainya aku bisa melahirkan lagi 5 bayi montok seperti ini….. rasanya tidak pernah menyesal deh…. enjoy aja.

Sudah lama aku memimpikan memiliki anak yang lahir dari rahim/kandunganku sendiri…… karena selama ini aku sudah memiliki 7 ( tujuh ) anak yang lahir diluar kandungan…. maaf gak etis kan kalo aku menyebutnya  anak tiri….. mereka adalah anak-2ku juga….. tapi aku bukan Ibu Tiri yang kejam lho,….. karena masih ada  ibu yang lebih kejam…. mo tau namanya ? Ibu Kota…. he he.

Alhamdulillah, mimpiku sudah menjadi kenyataan….. memiliki anak laki-2 yang sangat aku dambakan….. Aku buat mimpi lagi ahhhh,…. mumpung mimpi gak beli, murah!!! Mo tau impian-2ku selanjutnya ?           Aku ingin kelak anakku menjadi anak yang sukses didalam hidupnya….. Insya Allah…. dikabulkan.

Aku sendiri tidak tau mengapa aku sangat mencintai dan menyayangi Habibie, mungkin itu naluri seorang wanita ato ibu yang selalu mecintai dan menyayangi anaknya….. bagiku anak adalah aset berharga dalam hidupku dan masa depanku, aku ingin masa depan yang cerah dan penuh kebahagian.

Dimasa bayinya Habibie adalah bayi yang manis, tidak pernah rewel atau menanggis yang menjengkelkan Ibu & Bapaknya…. kalo malem mo pipis pun dia tidak mau ngompol…. maunya dipipiskan ( bhs Jawa : ditatur ) di kamar mandi…. pernah suatu malam karena ngantuknya aku paksain untuk ngompol aja dicelana tapi dia malah nangis minta pipis dikamar mandi.

afsyah-habibie050Kalau sakitpun dia tidak pernah rewel hanya diam saja, kadang aku yang salah tingkah karena sikapnya yang diam saja….. pernah suatu ketika Habibie mo tidur saya nyanyikan lagu Nina bobok….. dia menolak tidak mau lagu nina bobok bahkan sampai menangis tersedu-sedu dan dia betul-2 tidak mau mendengar lagu itu, setelah aku berhenti menyanyi dia diam….. akhirnya pelan-2 aku tanya kenapa menangis? dia jawab dengan tersendat-2 bahwa dia tidak suka lagu Nina bobok….. katanya waktu dia dirawat di rumah sakit Mama suka nyanyi nina bobok trus kalo Dede ( dia biasa menyebut dirinya Dede ) terbangun malam Mama nggak ada yang ada mbak Sri ( Suster/pengasuhnya ) jadinya Dede sedih…. Dede gak suka Nina bobok…. oo jadinya trauma gitu…ternyata Nina bobok membuat dia tidak bahagia…sejak saat itu aku tidak pernah lagi menyanyi.

Masa kanak-2 dilalui dengan semangat hidup yang tinggi, kecacatannya tidak menghambat pergaulannya dimasyarakat. Dia tetap enjoy bergaul dengan teman-2 sebayanya yang sehat, dia main layang-2, dia main gangsing, nitendo, Playstation, catur dll.

afsyah-habibie043
Dari kecil Habibie senang berkompetisi baik dilingkungan sekolah, rumah, RT, RW sampai kekelurahan….. dia biasa ikut bertanding cepat-tepat disekolah dan RT/RW saat acara lomba Perayaan Hari Kemerdekaan ato Agustusan, dalam pertandingan catur RT/RW dia selalu jadi juara…. maklum Habibie pernah belajar disekolah catur Utut Ardianto di Roxi Mas, tapi di tingkat kelurahan dia kalah…… ini bagian dari pembelajaran dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Aku sendiri tidak tau mengapa aku sangat mencintai dan menyayangi Habibie, mungkin itu naluri seorang Ibu yang selalu mecintai dan menyayangi anaknya. Yah pokoknya cinta berat gitu lho…Aku mencintai apa yang aku miliki… dan aku memiliki apa yang aku cintai…. begitu selalu tertanam dihatiku.

Entah mengapa aku juga sangat bangga padanya, bahkan saking bangganya bau kentutnya pun terasa wangi dihidung ku ha ha. Buat orang lain sih tentu saja tidak, yang namanya kentut tetap saja bau.

* Endang Setyati, yang sering dipanggil Ibu Habibie ini, lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1950. Sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan sedang mengembangkan kemampuan menulisnya. Alumnus Writer Schoolen worskhop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XI” dan “Cara Cerdas Menulis Buku Bestseller batch IX” ini bersama puteranya, Habibie, sedang mengembangkan website beralamat di http://www.ibuhabibie.com. Ia dapat dihubungi melalui telepon 021-92824783 atau HP: 0811876844 atau email endangsetyati@gmail.com dan FB : Endang Setyati.

Share on Facebook Share on Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>