Posted by admin in Inspirasi, Motivasi | 2 Comments
Sekeping Mata Uang
Puji syukur Allah telah mengabulkan permintaan saya dan memberikan
kesempatan pada saya & Habibie bisa menikmati jerih payah dan
perjuangan panjang yang tidak kenal menyerah.
Kalo bukan Atas ridho Nya mungkin Anda tidak akan pernah melihat penampilan saya & Habibie di Kick Andy, Allah Maha Besar dan Maha Kuasa Atas Mahluk Ciptaan Nya. Habibie yang lemah pun akhirnya bisa sukses. Allah punya rencana yang kita sendiri tidak tahu…… Indah akan datang pada saatnya Jika Allah menghendaki. Dan Inilah saat-saat indah buat saya dan Habibie….
Bahwa takdir Allah adalah yang terbaik…. UNTUK KAMI.
Harapan saya semoga Ibu-Ibu termotivasi pada prestasi dan kondisi Habibie….
Lebih menyayangi putra-putrinya dan ikhlas berjuang untuk sukses keluarganya….. Kadang saya prihatin dan trenyuh kalo ada berita di TV/Media masa…. Ada Ibu yg tega membunuh ato meracuni anak-2nya karena kesulitan ekonomi…. Bahkan ada yg sampai bunuh diri masal Bapak, Ibu dan beberapa anaknya.
Padahal masa kecil saya dulu, kami juga keluarga yg berada dibawah garis kemiskinan…..
Tapi melihat semangat Ibunda saya berjuang untuk ke 3 putra-putrinya….. Membuat saya terpacu dan termotivasi mensukseskan diri walau dalam keterbatasan ekonomi…..
Kebetulan saya adalah anak tertua….
Adik saya yg laki-2 sangat cerdas ada seorang paman yg membiayai sampai S1. Dia sekarang dosen PT Negeri dg pendidikan S2,….
Adik bontot perempuan dg perjuangan keras berhasil meraih S1 sambil bekerja di Dep Kelautan. Setelah -/+ 1 tahun menyelesaikan S1 dan ibadah haji bersama saya….. Rupa-2nya Allah berkehendak lain, dia menderita kanker paru….. Allah memanggil dia lebih dulu dlm usia 45 tahun pada awal Nopember 2007.
Saya anak tertua yg gagal tidak sarjana dan pernah juga gagal dlm berumah tangga….. Alhamdulillah, akhirnya saya menikah ke 2 X nya tahun 1985 setelah menjanda selama 6 tahun….. Dengan Papanya Habibie namanya Nasori Sugiyanto seorang duda beranak 7 istri meninggal.
Oleh sebab itu saya punya opsesi untuk mensukseskan Habibie……
Anak saya yg semata wayang…..
Habibie harus sukses untuk menutupi kegagalan Ibunya……
Semangat saya untuk mensukseskan Habibie ini saya adopsi dari semangat
ibunda mensukseskan putra-putrinya.
”””””’ Dengan sukses Habibie inilah saya menebus kegagalan saya “”"”"”
Kegagalan saya bukan karena saya bodoh ato saya tidak mau berjuang…..
Tapi karena pada saat itu saya hrs mencari kerja setelah lulus SMA &
lulus PGSLP…. ( Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama ) di Magelang,
Untuk bantu ekonomi keluarga karena kondisi Ibu yg single parent……
Saya ke Jakarta pada Nopember 1971….mengawali karier sebagai pengasuh bayi.
Kebetulan ada sebuah keluarga mencari pengasuh bayinya yg berumur 7 bulan.
Pikir-pikir sebagai batu loncatan….. karena saya ingin mencari kehidupan lebih baik.
Nasib baiknya, saya ditawari oleh keluarga tsb untuk bekerja di Departemen Pertanian pada Mei 1973, Alhamdulillah, nasib saya satu tingkat lebih baik…. ada harapan untuk jadi PNS…. Namun tetap merangkap sebagai pengasuh anak dan kerja srabutan, sepulang bekerja. Awal Desember 1973 saya diangkat sebagai CPNS dg gol II/a….. Nah inilah awal karier saya sebagai PNS.
Kondisi seperti ini (Doble Job) saya jalani sampai tahun 1975. Setelah saya punya kekuatan untuk mandiri, saya memberanikan diri pamit untuk cari kost. Tujuan utama untuk lebih bisa mengembangkan diri dan meng-aktualisasi mengejar cita-2. Sejak Februari 1987 saya pindah dari Departemen Pertanian ke Departemen Kehutanan Diperbantukan pada Perum Perhutani dan berakhir dengan pensiun pada 1 Januari 2008.
Menikmati Masa pensiun terus berkarya diluar jalur kedinasan, saya sangat bahagia setelah berakhirnya masa dinas, Saya bisa menggunakan waktu saya untuk lebih dekat pada Sang Maha Pencipta. Saya bisa lebih dekat dengan keluarga yg selama ini mendapat prioritas ke 2. Saya juga bisa mengembangkan usaha-2 yg sudah sejak lama dirintis. Saya gunakan semaksimal mungkin untuk membimbing dan mendampingi Habibie, kemana saja dia mau berguru mencari ilmu meraih masa depan lebih baik. Dari seminar yg satu ke seminar yg lain, prinsip saya untuk berlari harus dimulai dengan Satu langkah pertama dan disusul langkah-2 berikutnya….. Satu persatu prestasi bisa diraihnya.
Dampak tayang kami berdua di Kick Andy sungguh DAHSYAT dan LUAR BIASA, tak pernah terbayang kan sebelumnya. Wartawan dari beberapa Media Masa mencari untuk wawancara dan liputan berita. Beberapa station TV swasta juga mengundang sebagai Nara Sumber di acaranya.
Jadilah saya dan Habibie seperti Artis yg sedang naik daun keluar masuk TV dan berita Media. Dalam bulan Maret ini ada lima media memasang profil kami berdua. Kemuliaan datang tanpa diduga.
IBARAT SEKEPING MATA UANG….. yang tak terpisahkan, bersinergi antara Ibu dan Anak : Saya tidak akan punya arti apa-2 tanpa Habibie dan Habibie tanpa saya juga bukan siapa-siapa.
SUKSES HABIBIE ADALAH SUKSES SAYA.

Madu Perhutani