Setelah lama tidak pernah dengar kabar beritanya, saya senang menemukan artikel ini di kompasiana.com. Dengan senang hati saya sengaja posting ke blog ini, sebagai pengobat rindu. Entah mengapa saya senang mengikuti perjalanan hidup beliau dalam banyak cerita tentang pribadinya yang anggun, uniq dan cantiknya yang tidak pernah berubah. Mantan Presiden Pertama RI ini emang tidak pernah salah pilih semua istrinya cantik-2. Ibu Dewi yang tercantik.
Ibu Dewi Soekarno yang tetap cantik di usia senja, tetap setia hadir di Upacara HUT RI KE 64, 17 Agustus 2009 di KBRI di Jepang. Beliau tetap cinta dan antusias pada Indonesia negara ke 2 nya. Mas Iskandarjet berkesempatan bincang-2 dg Ibu Dewi, dan inilah tulisannya.
Nininghp-22/8/09-kompasiana: http://public.kompasiana.com/2009/08/22/dewi-soekarno-“ogah”-dipotret/Dewi Soekarno “ogah” dipotret.!!!
Setiap orang yang kasak-kusuk ingin berpose dengan beliau, selalu ditolaknya dengan halus. “Jangan !! Kalau satu orang boleh, nanti semua minta dipotret”, begitu tutur wanita yang nama aslinya Naoko Nemoto. Kasihan juga pikir saya, mereka sudah mengeluarkan jurus “sok kenal sok akrab” tapi harus kecewa berat tidak berhasil bergaya disamping wanita yang dinikahi Proklamator Indonesia pada 1962. Ada juga yang mepet-mepet dan memberi signal kepada temannya untuk segera menjepret, tetapi Ibu Dewi menghindari camera.
Selengkapnya: http://public.kompasiana.com/2009/08/22/dewi-soekarno-“ogah”-dipotret/#
Ibu Dewi (?), telah bergabung di FbSR 8/10/09:
http://www.facebook.com/profile.php?id=1528845887&ref=search&sid=1409727277.2405619363..1Kutipan: Nininghp-22/8/09-kompasiana:
http://public.kompasiana.com/2009/08/22/dewi-soekarno-“ogah”-dipotret/Photo by: Nininghp-kompasiana.comLocation: Tokyo-Japan
.
Nininghp-22/8/09-kompasiana: http://public.kompasiana.com/2009/08/22/dewi-soekarno-“ogah”-dipotret/Dewi Soekarno “ogah” dipotret.!!!
Selengkapnya: http://public.kompasiana.com/2009/08/22/dewi-soekarno-“ogah”-dipotret/#
Ibu Dewi (?), telah bergabung di FbSR 8/10/09:
http://www.facebook.com/profile.php?id=1528845887&ref=search&sid=1409727277.2405619363..1Kutipan: Nininghp-22/8/09-kompasiana:
http://public.kompasiana.com/2009/08/22/dewi-soekarno-“ogah”-dipotret/Photo by: Nininghp-kompasiana.comLocation: Tokyo-Japan
.









Masih seputar suasana kelabu di hari-hari wafatnya Sukarno, Sang Proklamator. Ini tentang bagaimana para istri dan mantan istri presiden yang gallant itu bereaksi, bersikap, dan bertutur ihwal kepergian lelaki yang begitu dipuja. Ternyata, sekalipun memiliki perasaan yang sama dalam hal cinta, tetapi berbeda-beda ekspresi mereka menerima kematian mantan suami atau suami mereka.
Lain lagi Fatmawati, istri ketiga Bung Karno yang pergi meninggalkan Istana setelah Bung Karno menikahi Hartini. Ia adalah sosok perempuan yang teguh pendirian. Ia sudah bertekad tidak akan datang ke Wisma Yaso. Karenanya, begitu mengetahui ayah dari lima putra-putrinya telah meninggal, ia segera memohon kepada Presiden Soeharto agar jenazah suaminya disemayamkan di rumahnya di Jl. Sriwijaya, Kebayoran Baru, meski sebentar. Sayang, Soeharto menolak permintaan Fatmawati.
Bagaimana pula dengan Hartini? Ah… melihat Hartini, hanya duka dan duka sepanjang hari. Wajah cantik keibuan, mengguratkan kelembutan. Sinar matanya penuh kasih sayang… Ia tak henti menangis. Hartini, salah satu istri yang begitu dicintai Sukarno, sehingga dalam testamennya, Sukarno menghendaki agar jika mati, Hartini dimakamkan di dekat makamnya. Ia ingin selalu dekat Hartini, wanita lembut keibuan yang dinikahinya Januari 1952.
Lain Inggit, beda Fatma, dan tak sama pula sikap Hartini… adalah ekspresi imported wife, si jelita Ratna Sari Dewi, wanita Jepang benama asli Naoko Nemoto. Wanita kelahiran tahun 1940 yang dinikahi Bung Karno 3 Maret 1962 itu memang dikenal lugas. Ia datang ke Jakarta bersama Kartika Sari (4 th) pada tanggal 20 Juni 1970 pukul 20.20 malam. Mengetahui suaminya lunglai tak berdaya, dirawat dalam penjagaan ketat tak manusiawi.