Saatnya Berani Hidup, Meraih Sukses Tanpa Gelar

Sejak ratusan tahun silam bangsa Indonesia berjuang keras meraih kemerdekaan bagi bangsa dan Negara. Semua kekuatan dan kemampuan dipertaruhkan untuk mencapai cita-cita Indonesia Merdeka. Semua orang sadar bahwa tenaga, pikiran , darah mereka, ikhlas dipersembahkan buat kejayaan negeri dan berani mati demi untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sekarang setelah merdeka, apa yang bisa kita berikan pada bangsa dan Negara? Kadang kita terlalu banyak menuntut. Marilah kita berjuang untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh pahlawan-pahlawan kita. Berjuang untuk berani hidup menjadi manusia-manusia Indonesia yang berani belajar cerdas dan bekerja keras untuk meraih kehidupan yang bermartabat.

Makin hari hidup semakin sulit, biaya hidup sehari-hari makin mahal, beban biaya yang harus ditanggung semakin tinggi, ada pajak penghasilan perorangan, listrik, air/PAM, telepon dan kewajiban-2 terhadap lingkungan. Belum lagi mahalnya biaya pendidikan yang makin sulit dijangkau oleh kaum buruh dan pegawai rendahan. Katanya sih sekolah gratis untuk SD dan SMP tapi kenyataannya ya masih ada saja pungutan-2 lain yang harus ditanggung dan dibayar oleh orang tua atau wali murid.

Belajar di sekolah negeri bukan berarti biayanya murah lho, seperti saat masa remaja ku dulu ditahun 1960 – 70an. Yang namanya masuk sekolah negeri berarti orang tua ringan bebannya, tidak seperti kalau masuk swasta. Jaman sekarang masuk SMU standar saja biayanya tidak ringan apalagi masuk SMU Unggulan atau favorit uang masuknya pasti diatas Rp 10 juta. Apalagi kalau punya cita-2 ingin menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi, tidak pandang bulu Perguruan Tinggi Negeri atau swasta dibutuhkan biaya puluhan sampai ratusan juta rupiah sesuai jurusan yang diinginkan itu baru biaya masuknya belum biaya sampai kuliah selesai. Fakultas favorit yang banyak penggemarnya adalah kedokteran, fakultas tehnik, telekomunikasi dan perminyakan termasuk fakultas-2 mahal.

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan, apapun yang terjadi cita-cita harus tercapai. Ciri-ciri orang sukses adalah tidak mudah menyerah , dia berani menghadapi masalah bukan sebaliknya menghindari masalah. Dalam kondisi seberat apapun, dia berani menembus batas-batas hambatan yang ada. Kegagalan bukan merupakan suatu penghalang untuk bangkit lagi setelah meng-evaluasi diri. Manusia memang pemilik kelemahan, kekurangan dan keterbatasan baik fisik, waktu maupun dana. Hanya Allah SWT pemilik kesempurnaan. Tapi Allah memberikan banyak bekal dan kesempatan untuk berjuang meraih sukses dan kebahagiaan pada umat pilihan Nya :

* Ada kecerdasan yang bisa digunakan untuk olah pikir.
* Ada imajinasi yang bisa digunakan untuk menumbuhkan ide-ide kreatifitas yang bisa mendatangkan hasil dan profit.
* Ada kekuatan fisik, untuk menyalurkan energi-energi positif yang bisa mendatangkan potensi besar dalam berkarya.
* Ada kekuatan spiritual, yang bila tahu pendekatan dan penggunaannyanya misalnya energi doa. Kekuatan dan dahsyatnya energi ini akan mendatangkan SUPER POWER luar biasa yang sering tidak disadari.

Dengan prinsip-prinsip inilah tengah tahun 2006 saat anak saya Habibie Afsyah lulus SMU – Sunda Kelapa – Jakarta, sengaja saya tidak mendaftarkan dia masuk ke Perguruan Tinggi. Banyak faktor mengapa saya tidak mengambil jalur perguruan tinggi untuk anak saya yang satu ini. Faktor utama karena kondisi fisiknya yang lemah ( dia penderita penyakit langka Muscular Distrophy Progressiva ) sehingga berat dalam menjalankan program studi ini. Perguruan tinggi membutuhkan waktu terlalu lama, untuk mencapai S1 paling tidak 4 tahun. Saya tidak mau buang-buang waktu, ingin lebih cepat untuk sukses

Saya mencoba cari terobosan dengan cara belajar instan, hanya belajar ilmu yang kita inginkan dan dibutuhkan saja. Saat ini perkembangan dunia TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi) sedang booming. Mengapa tidak kita manfaatkan kemajuan teknologi yang ada? Memang benar awalnya saya juga masih diliputi tanda tanya besar. Bisakah saya sukses mengantarkan anak saya memasuki dunia maya? Sementara kata orang dunia nyata yang nampak didepan mata pun susah diterka.

Dengan mengucap : Basmallah…” Bismilah ” saya mengawali langkah menuju sukses dengan mendaftar di seminar gratisnya Tung Desem Waringin. Tentang ilmu yang sedang popular di luar negeri, sementara di Indonesia sedang diperkenalkan yaitu Bisnis Online atau Internet Marketing. Tung Desem Waringin memang raja seminar heboh dan dikenal sebagai pembicara NO. 1 di Indonesia versi majalah Swa. Banyak guru-2 berkelas dunia dihadirkan di Jakarta, seperti Stephen Pierce, Mr. Fabian Lim, Richard Tan, Patrick Chan diacaranya yang digelar dengan nama Global Internet Summit 2007 dan seterusnya setiap tahun selalu ada

Saya ambil kelas pemula untuk Habibie di Asia Internet Academy yang dibawakan oleh Mr. Fabian Lim, dari Singapura jangan ditanya berapa biayanya. Yang pasti sangat berat buat kantong saya saat itu.

Mengapa? Yah untuk belajar sampai tingkat advans yang hanya butuh waktu 4 bulan biayanya sama dg masuk fakultas design grafis di Univ. TriSakti. Apa boleh buat demi meraih sukses anak, mahal pun tetap dilakoni. Tentu saja dengan ilmu gesek dan angsur….. ambil jurus gampangnya saja tho . Investasi ilmu tidak ada ruginya, ini bagian dari ibadah juga lho.

Hasilnya? Ternyata ada hasil nyata didunia maya. Saya semakin percaya memasuki dunia maya, bisnis online dan internet marketing merupakan lahan baru, ladang penghasilan buat masa depan Habibie. Keyakinan untuk fokus dan eksis dibidang ini semakin kuat, untuk meraih sukses tidak melalui jalur perguruan tinggi. Tekat saya tambah kuat untuk mengantarkan Habibie meraih sukses tanpa gelar.

Yah ilmu internet marketing inilah yang sampai saat ini ditekuni Habibie, bahkan lebih dari yang saya perkirakan dan harapankan. Habibie menyatakan keyakinannya bahwa bisnis online adalah bisnis masa depan…. Persis yang dikatakan Bill Gates raja MicroSoft yang pernah berkunjung ke Indonesia tahun silam. Sukses Habibie tidak berhenti di dunia bisnis online saja, dia juga sudah menghasilkan karya ilmiah ringan berbentuk ebook yang berjudul www.suksesdariamazon.com yaitu sebuah ebook tentang bagaimana caranya orang meng-akses menjadi reseller/affiliate di perusahaan online terbesar dan terpercaya di Amerika bahkan didunia didirikan oleh Jeff Bezos. Situs bisnis www.rumah101.com adalah bisnis online harapannya dimasa depan. Buah karyanya yang lain ada di www.ponsel-quran.com – www.umrohhajiplus.com dan www.maduperhutani.com.

Sayang ebook ini pada akhir Juli 2009 lalu terpaksa ditutup penjualannya karena pertimbangan-2 tertentu. Habibie juga telah menulis sebuah buku fisik yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Rencana akan di launching pada acara peringatan Sumpah Pemuda ke 81. Pada Minggu 1 Nopember 2009 yang diselenggarakan di Theater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah pada jam 15 – 20. Bersama KMPI ( Komunitas Motivasi Pemuda Indonesia ) yang dikomandoi oleh seorang pemuda energik dan proaktif Archan Sang Provokator.

Habibie juga sebagai icon dari Gerakan Nasional ” AYO MANDIRI ” yang bertujuan membangkitkan & membangun : SATU PENGUSAHA DALAM SATU KELUARGA. Diharapkan dalam 10 tahun kedepan akan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi kerakyatan Indonesia yang jaya. Maaf ini bukan slogan tapi sebuah cita-2 yang eksis dilaksanakan bersama pengusaha muda Indonesia Valentino Dinsi dan pengusaha yang tergabung di TDA (Tangan diatas), dan masih banyak pengusaha muda lainnya .

Sukses tanpa gelar tercapai dalam waktu kurang dari 3 tahun, ternyata masih ada yang kurang. Kami berdua ingin mengukir prestasi, karena hidup memang harus berprestasi yang bisa kami persembahkan buat sebuah negeri tercinta Indonesia. Kami berdua, orang biasa yang ingin ikut membangun bangsa. Ternyata Allah SWT memberikan lebih dari yang saya harapkan. Bukan hanya materi tapi kemuliaan hidup yang lebih tinggi dan tidak bisa dinilai dengan materi. Semua orang diberi waktu yang sama 24 jam, diberi kesempatan yang sama untuk menentukan pilihan . Jalan sukses terbuka lebar bagi siapa saja yang menginginkannya dan siap berjuang untuk meraihnya, karena sukses adalah pilihan bukan nasib atau takdir.

Jika Habibie yang lemah dan hanya bekerja dengan 1 (satu) jarinya bisa, saya yakin Anda yang bisa bekerja dengan sepuluh jari dan kedua pasang kaki yang lincah untuk melangkah kemana saja anda suka. Pasti Anda bisa lebih cepat dan mudah meraih keberhasilan dan sukses.

Percayalah Anda pasti bisa.

http://public.kompasiana.com/2009/09/18/saatnya-berani-hidup-meraih-sukses-tanpa-gelar/

* Endang Setyati, yang sering dipanggil Ibu Habibie ini, lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1950. Sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan sedang mengembangkan kemampuan menulisnya. Alumnus Writer Schoolen worskhop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XI” dan “Cara Cerdas Menulis Buku Bestseller batch IX” ini bersama puteranya, Habibie, sedang mengembangkan website beralamat disini .

FaceBook : Endang Setyati.

Share on Facebook Share on Twitter

One thought on “Saatnya Berani Hidup, Meraih Sukses Tanpa Gelar

  1. Dengan mengedepankan rasa kesetiakawanan dan rasa persaudaraan sebangsa dan setanah air mari kita selamatkan bangsa tanah air kita dari kungkungan kemiskinan melalui cara memberi, berbagi dan gotong royong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>