Posted by admin in Inspirasi, Pendidikan | 1 Comment
Saya Suka Nyontek ( 1 )
Saya sudah mencari dalam Kamus Indonesia di Internet mulai dari KBBI, Kamus Online, sampai Kamus Bahasa Indonesia, ternyata kata “ Nyontek” tidak saya ketemukan datanya. Padahal kata ini sangat popular dikalangan pelajar dan mahasisiwa.
Istilah nyontek rasanya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, dan sangat akrab saat kita masih bersekolah. Maupun ketika kita masih menjadi mahasiswa. Saya tahu pasti Anda juga pernah melakukannyal. Walaupun sedikit, dan menurut penaksiran mungkin hanya segelintir orang-orang pilihan yang tidak pernah melakukannya.
Menurut para Guru nyontek adalah perbuatan tercela, sebaiknya tidak dilakukan oleh murid-muridnya. Sementara dari sudut pandang pelaku dan penggemar nyontek, ini terpaksa dilakukan dengan tujuan agar memperoleh dan mendapatkan hasil lebih baik. Jadi boleh juga nyontek disebut dengan jalan pintas.
Terlepas dari masalah pro dan kontra tentang nyontek, saya sering mendengar anjuran. Para Motivator dan Inspirator ketika saya sedang mengikuti seminar, tentang membangun rasa percaya diri dan motivasi. Menganjurkan agar kita tidak perlu sungkan menyontek orang lain, untuk meraih prestasi dan sukses.
Lihat saja contoh-contoh didepan mata kita, banyak orang sukses dalam bisnis multinasionalnya. Seperti keluarga Bakri dari Palembang, sukses dibidang pendidikan seperti yang telah diraih keluarga Dr. Supandji dari Magelang. Sukses didunia olah raga renang, seperti keluarga Nasution. Sukses membangun perusahaan property seperti yang dilakukan oleh keluarga Ir. Ciputra.
Jujur saja saya suka nyontek, banyak hal yang sudah saya contek dalam mengisi hidup ini. Mulai dari hal-hal yang sederhana dan setiap hari kita lakukan, misalnya cara berbusana yang sopan dan serasi saya suka nyontek gaya busana Ratih Sang. Seorang peragawati yang sekarang sudah alih profesi sebagai penulis dan pembicara tentang fashion. Masih banyak hal yang beliau tekuni sampai saat ini diantaranya sebagai perancang busana muslim yang bandal dan banyak penggemarnya.
Saat hamil saya sering mencari tahu, tentang bagaimana caranya supaya kelak anak saya jadi anak yang soleh? Saya tidak malu bertanya pada seorang ibu yang sudah pengalaman hamil 5 kali, beliau mengatakan bahwa sebaiknya mendidik anak itu sejak dari dalam kandungan. Ibu yang sedang hamil harus membiasakan diri disiplin, hidup dijalan yang lurus. Kalau muslim ya kerjakan apa yang diperintahkan Al Qur’an, jauhi larangan-2nya. Jaga hati dan lisan ( maksudnya mulut ) kita, karena apa yang kita lakukan akan sangat berpengaruh pada jabang bayi yang dikandungnya. Apabila dari dalam kandungan sudah terlatih dengan kebiasaan hidup yang baik, Insya Allah anak kita kelak akan jadi anak yang baik dan sholeh.
Kepada siapakah saya bertanya? Tak jauh dari rumah saya ada sebuah keluarga yang layak dicontek, seorang Ibu single parent yang 2 tahun lalu suaminya meninggal dunia dengan 5 putra-putrinya ( 2 putra dan 3 putri ). Saya melihat kehidupan keluarga ini sangat tertarik, sebuah keluarga tanpa ayah yang harmonis. Dimata saya mereka lebih baik dari keluarga lain disekitarnya. Rumah tangganya tentram, ibunya ramah dan sangat komunikatif, ke 4 putranya sukses S1 dari UI dan UGM…. Oiya ada 1 putranya yang masih kuliah di UGM meninggal karena kecelakaan motor.
Ketika lahir ternyata anak saya laki-laki seperti yang saya harapkan, entah mengapa saya sangat mendambakan seorang anak laki-laki. Padahal anak-anak saya yang lain 6 laki-laki dan 1 perempuan. Betapa bahagianya jadi ibu kandung, selama ini saya hanya jadi ibu tiri.
Kebiasaan suami, memberi nama anak-anaknya supaya gampang diingat menggunakan abjad. Anak saya merupakan anak ke 8 maka jatuhnya pada huruf H, saya cari nama dengan huruf awal H. Ini mah gampang idola saya huruf awalnya juga H, maka tanpa banyak pikir saya pakai saja nama itu . Untuk nama anakku jadilah namanya : Habibie Afsyah,…..Bagus kan nama anakku…..tidak jauh dari nama idolaku BJ Habibie.
Nama anak adalah doa dan harapan orang tuanya, begitu kepercayaan kami. Habibie artinya kekasih, kesayangan, sahabat sedang Afsyah artinya yang syah atau yang diakui jadi kalau dirangkai artinya : mengakui Habibie anak kesayangan kami.
Ketika saya ikut seminar Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik, pada tanggal 15-16 Maret 2009 bersama Habibie. Kami dibagi buku panduan yang berjudul Agar Menulis – Mengarang Bisa Gampang yang ditulis oleh Bpk. Andrias Harefa. Saya telah baca dan pelajari juga pratek, satu diantaranya adalah artikel ini. Ternyata apa yang saya lakukan itu ada dalilnya. Menurut penulis buku tersebut, dikatakan bahwa kita sebaiknya mengikuti anjuran gurunya yang bernama Mardjuki pesannya agar kita menggunakan teori 3 N :
- NITENI : yang artinya mengamati,
- NIROKKE : yang artinya meniru,
- NAMBAHI : yang artinya menambahkan,
N pertama, mengamati ada BJ Habibie orang cerdas, pandai, itu saya suka.
N kedua, nama yang indah dan mulia, bagus untuk ditiru.
N ketiga, setelah meniru tinggal menambah…. Jadilah nama indah : Habibie Afsyah.
Dalam mendidik anak, saya terinspirasi oleh cerita seorang Ibu yang melegenda. Sering saya dengar di Radio SmartFM 95,9 ketika saya sedang didalam mobil. TRUE STORY tidak hanya terkenal dinegaranya saja tapi diseluruh dunia.
Tahukah Anda Ibu yang manakah yang telah meng-inspirasi dan menghipnotis saya? Sehingga saya menyontek apa yang dilakukan untuk mendidik puteranya. Beliau sudah lama tiada, tapi kesuksesan beliau dan putranya sampai sekarang masih dikenang terutama oleh kelompok tehnokrat. Keberhasilan beliau mendidik putranya telah berhasil menerangi dunia.
Seandainya saja, Ibu Nancy Matthews Elliott menerima saja pernyataan guru anaknya yang mengatakan, anaknya bodoh dan berotak udang. Mungkin hari ini tak kan ada lampu pijar yang menerangi dunia. Pernyataan sang guru telah membakar semangat Ibu Nancy, yang ingin mendidik putranya sendiri. Dirumah mendidik dengan hati, dan cinta kasih. Beliau ingin menunjukkan pada dunia bahwa pernyataan guru tersebut salah.
Saat itu Nancy, Ibunda Thomas Alfa Edison sangat marah, dan menarik puteranya keluar dari sekolah tersebut. Beliau bertekat mengajar Edison sendiri dengan ilmu dan pengetahuan yang dikuasainya. Ibu Nancy, yang juga seorang guru kemudian memberikan banyak pelajaran. Ternyata, apa yang beliau ajarkan bisa diserap dengan mudah oleh Edison . Hebatnya lagi ia juga melahap habis beberapa buku ilmiah seperti karya R.G.Parker’s yang berjudul School of Natural Philosophy dan The Cooper Union.
Dari buku-buku itulah, Edison kemudian gemar melakukan berbagai macam percobaan. Akhirnya mengantarkan dirinya menjadi tokoh dunia dengan seribu lebih inovasi. Dalam buku catatannya Thomas Alfa Edison mengatakan: “Ibuku yang membentukku, ia begitu setia dan memiliki keyakinan pada diriku. Aku merasa memiliki seseorang untuk kuperjuangkan dalam hidupku, seseorang yang tidak boleh ku kecewakan.
Semua orang tua, pasti bercita-cita agar anaknya punya masa depan yg lebih baik dari dirinya. Semua daya dan kekuatan baik moril dan materiel dipersembahkan buat mengejar cita-citanya, demi meraih sukses anaknya. Ini hal yang manusiawi karena pada umumnya orang tua tidak rela apabila anaknya diberi predikat bodoh. Pasti ia akan berjuang dan mengupayakan agar anaknya tidak memilki kehidupan yang lebih buruk dari orang tuanya.
Pandangan pribadi saya tentang urusan contek menyontek ini adalah sah-sah saja, tinggal bagaimanakah kita menyikapinya. Untuk kebaikan dan manfaat, tentu tidak ada salahnya. Tetapi kalo menyontek untuk hal-hal negative yang banyak mudarotnya sebaiknya jangan dilakukan.
Jadi, bagaimana kalau kita kembangkan saja Budaya Nyontek? Tentu saja jangan sembarang Nyontek, tetapi nyonteklah sesuatu yang baik dan sudah terlihat nyata hasilnya. Tak perlu ragu atau malu menyontek kebiasaan-kebiasaan yang menuntun kita menuju kebaikan dan kesuksesan.
Sekali lagi tak perlu malu, karena Rasullullah pun menganjurkan. Dalam satu Hadist beliau bersabda : ” Salatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku salat.” Untuk tujuan yang baik, menyontek bukan saja boleh, tetapi bahkan dianjurkan.

Madu Perhutani