Saatnya Berani Hidup, Meraih Sukses Tanpa Gelar

Sejak ratusan tahun silam bangsa Indonesia berjuang keras meraih kemerdekaan bagi bangsa dan Negara. Semua kekuatan dan kemampuan dipertaruhkan untuk mencapai cita-cita Indonesia Merdeka. Semua orang sadar bahwa tenaga, pikiran , darah mereka, ikhlas dipersembahkan buat kejayaan negeri dan berani mati demi untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sekarang setelah merdeka, apa yang bisa kita berikan pada bangsa dan Negara? Kadang kita terlalu banyak menuntut. Marilah kita berjuang untuk mengisi kemerdekaan yang telah diraih oleh pahlawan-pahlawan kita. Berjuang untuk berani hidup menjadi manusia-manusia Indonesia yang berani belajar cerdas dan bekerja keras untuk meraih kehidupan yang bermartabat.

Makin hari hidup semakin sulit, biaya hidup sehari-hari makin mahal, beban biaya yang harus ditanggung semakin tinggi, ada pajak penghasilan perorangan, listrik, air/PAM, telepon dan kewajiban-2 terhadap lingkungan. Belum lagi mahalnya biaya pendidikan yang makin sulit dijangkau oleh kaum buruh dan pegawai rendahan. Katanya sih sekolah gratis untuk SD dan SMP tapi kenyataannya ya masih ada saja pungutan-2 lain yang harus ditanggung dan dibayar oleh orang tua atau wali murid.

Belajar di sekolah negeri bukan berarti biayanya murah lho, seperti saat masa remaja ku dulu ditahun 1960 – 70an. Yang namanya masuk sekolah negeri berarti orang tua ringan bebannya, tidak seperti kalau masuk swasta. Jaman sekarang masuk SMU standar saja biayanya tidak ringan apalagi masuk SMU Unggulan atau favorit uang masuknya pasti diatas Rp 10 juta. Apalagi kalau punya cita-2 ingin menyekolahkan anaknya di perguruan tinggi, tidak pandang bulu Perguruan Tinggi Negeri atau swasta dibutuhkan biaya puluhan sampai ratusan juta rupiah sesuai jurusan yang diinginkan itu baru biaya masuknya belum biaya sampai kuliah selesai. Fakultas favorit yang banyak penggemarnya adalah kedokteran, fakultas tehnik, telekomunikasi dan perminyakan termasuk fakultas-2 mahal.

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan, apapun yang terjadi cita-cita harus tercapai. Ciri-ciri orang sukses adalah tidak mudah menyerah , dia berani menghadapi masalah bukan sebaliknya menghindari masalah. Dalam kondisi seberat apapun, dia berani menembus batas-batas hambatan yang ada. Kegagalan bukan merupakan suatu penghalang untuk bangkit lagi setelah meng-evaluasi diri. Manusia memang pemilik kelemahan, kekurangan dan keterbatasan baik fisik, waktu maupun dana. Hanya Allah SWT pemilik kesempurnaan. Tapi Allah memberikan banyak bekal dan kesempatan untuk berjuang meraih sukses dan kebahagiaan pada umat pilihan Nya :

* Ada kecerdasan yang bisa digunakan untuk olah pikir.
* Ada imajinasi yang bisa digunakan untuk menumbuhkan ide-ide kreatifitas yang bisa mendatangkan hasil dan profit.
* Ada kekuatan fisik, untuk menyalurkan energi-energi positif yang bisa mendatangkan potensi besar dalam berkarya.
* Ada kekuatan spiritual, yang bila tahu pendekatan dan penggunaannyanya misalnya energi doa. Kekuatan dan dahsyatnya energi ini akan mendatangkan SUPER POWER luar biasa yang sering tidak disadari.

Dengan prinsip-prinsip inilah tengah tahun 2006 saat anak saya Habibie Afsyah lulus SMU – Sunda Kelapa – Jakarta, sengaja saya tidak mendaftarkan dia masuk ke Perguruan Tinggi. Banyak faktor mengapa saya tidak mengambil jalur perguruan tinggi untuk anak saya yang satu ini. Faktor utama karena kondisi fisiknya yang lemah ( dia penderita penyakit langka Muscular Distrophy Progressiva ) sehingga berat dalam menjalankan program studi ini. Perguruan tinggi membutuhkan waktu terlalu lama, untuk mencapai S1 paling tidak 4 tahun. Saya tidak mau buang-buang waktu, ingin lebih cepat untuk sukses

Saya mencoba cari terobosan dengan cara belajar instan, hanya belajar ilmu yang kita inginkan dan dibutuhkan saja. Saat ini perkembangan dunia TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi) sedang booming. Mengapa tidak kita manfaatkan kemajuan teknologi yang ada? Memang benar awalnya saya juga masih diliputi tanda tanya besar. Bisakah saya sukses mengantarkan anak saya memasuki dunia maya? Sementara kata orang dunia nyata yang nampak didepan mata pun susah diterka.

Dengan mengucap : Basmallah…” Bismilah ” saya mengawali langkah menuju sukses dengan mendaftar di seminar gratisnya Tung Desem Waringin. Tentang ilmu yang sedang popular di luar negeri, sementara di Indonesia sedang diperkenalkan yaitu Bisnis Online atau Internet Marketing. Tung Desem Waringin memang raja seminar heboh dan dikenal sebagai pembicara NO. 1 di Indonesia versi majalah Swa. Banyak guru-2 berkelas dunia dihadirkan di Jakarta, seperti Stephen Pierce, Mr. Fabian Lim, Richard Tan, Patrick Chan diacaranya yang digelar dengan nama Global Internet Summit 2007 dan seterusnya setiap tahun selalu ada

Saya ambil kelas pemula untuk Habibie di Asia Internet Academy yang dibawakan oleh Mr. Fabian Lim, dari Singapura jangan ditanya berapa biayanya. Yang pasti sangat berat buat kantong saya saat itu.

Mengapa? Yah untuk belajar sampai tingkat advans yang hanya butuh waktu 4 bulan biayanya sama dg masuk fakultas design grafis di Univ. TriSakti. Apa boleh buat demi meraih sukses anak, mahal pun tetap dilakoni. Tentu saja dengan ilmu gesek dan angsur….. ambil jurus gampangnya saja tho . Investasi ilmu tidak ada ruginya, ini bagian dari ibadah juga lho.

Hasilnya? Ternyata ada hasil nyata didunia maya. Saya semakin percaya memasuki dunia maya, bisnis online dan internet marketing merupakan lahan baru, ladang penghasilan buat masa depan Habibie. Keyakinan untuk fokus dan eksis dibidang ini semakin kuat, untuk meraih sukses tidak melalui jalur perguruan tinggi. Tekat saya tambah kuat untuk mengantarkan Habibie meraih sukses tanpa gelar.

Yah ilmu internet marketing inilah yang sampai saat ini ditekuni Habibie, bahkan lebih dari yang saya perkirakan dan harapankan. Habibie menyatakan keyakinannya bahwa bisnis online adalah bisnis masa depan…. Persis yang dikatakan Bill Gates raja MicroSoft yang pernah berkunjung ke Indonesia tahun silam. Sukses Habibie tidak berhenti di dunia bisnis online saja, dia juga sudah menghasilkan karya ilmiah ringan berbentuk ebook yang berjudul www.suksesdariamazon.com yaitu sebuah ebook tentang bagaimana caranya orang meng-akses menjadi reseller/affiliate di perusahaan online terbesar dan terpercaya di Amerika bahkan didunia didirikan oleh Jeff Bezos. Situs bisnis www.rumah101.com adalah bisnis online harapannya dimasa depan. Buah karyanya yang lain ada di www.ponsel-quran.com – www.umrohhajiplus.com dan www.maduperhutani.com.

Sayang ebook ini pada akhir Juli 2009 lalu terpaksa ditutup penjualannya karena pertimbangan-2 tertentu. Habibie juga telah menulis sebuah buku fisik yang diterbitkan oleh PT. Gramedia Pustaka Utama. Rencana akan di launching pada acara peringatan Sumpah Pemuda ke 81. Pada Minggu 1 Nopember 2009 yang diselenggarakan di Theater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah pada jam 15 – 20. Bersama KMPI ( Komunitas Motivasi Pemuda Indonesia ) yang dikomandoi oleh seorang pemuda energik dan proaktif Archan Sang Provokator.

Habibie juga sebagai icon dari Gerakan Nasional ” AYO MANDIRI ” yang bertujuan membangkitkan & membangun : SATU PENGUSAHA DALAM SATU KELUARGA. Diharapkan dalam 10 tahun kedepan akan memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi kerakyatan Indonesia yang jaya. Maaf ini bukan slogan tapi sebuah cita-2 yang eksis dilaksanakan bersama pengusaha muda Indonesia Valentino Dinsi dan pengusaha yang tergabung di TDA (Tangan diatas), dan masih banyak pengusaha muda lainnya .

Sukses tanpa gelar tercapai dalam waktu kurang dari 3 tahun, ternyata masih ada yang kurang. Kami berdua ingin mengukir prestasi, karena hidup memang harus berprestasi yang bisa kami persembahkan buat sebuah negeri tercinta Indonesia. Kami berdua, orang biasa yang ingin ikut membangun bangsa. Ternyata Allah SWT memberikan lebih dari yang saya harapkan. Bukan hanya materi tapi kemuliaan hidup yang lebih tinggi dan tidak bisa dinilai dengan materi. Semua orang diberi waktu yang sama 24 jam, diberi kesempatan yang sama untuk menentukan pilihan . Jalan sukses terbuka lebar bagi siapa saja yang menginginkannya dan siap berjuang untuk meraihnya, karena sukses adalah pilihan bukan nasib atau takdir.

Jika Habibie yang lemah dan hanya bekerja dengan 1 (satu) jarinya bisa, saya yakin Anda yang bisa bekerja dengan sepuluh jari dan kedua pasang kaki yang lincah untuk melangkah kemana saja anda suka. Pasti Anda bisa lebih cepat dan mudah meraih keberhasilan dan sukses.

Percayalah Anda pasti bisa.

http://public.kompasiana.com/2009/09/18/saatnya-berani-hidup-meraih-sukses-tanpa-gelar/

* Endang Setyati, yang sering dipanggil Ibu Habibie ini, lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1950. Sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan sedang mengembangkan kemampuan menulisnya. Alumnus Writer Schoolen worskhop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XI” dan “Cara Cerdas Menulis Buku Bestseller batch IX” ini bersama puteranya, Habibie, sedang mengembangkan website beralamat disini .

FaceBook : Endang Setyati.

Share on Facebook Share on Twitter

Aku Bangga Punya Habibie (Part 2)

Oleh ibuhabibie – 16 September 2009 – Dibaca 624 Kali -

Kawan…,

Bolehkah saya ceritakan tentang saat-2 paling bahagia dalam hidupku ? Andai Anda keberatan membaca tulisan dan ceritaku ato bahkan Anda sudah bosan melihat website ku….. sebaiknya Anda close saja dan ganti web lain….. ato silahkan Anda tinggalkan, masuk keperaduan dan tidur….. semoga mimpi indah.

Buat yang masih suka menyimak cerita ku….. ayolah kita sambung lagi…. pengin tau saat-2 paling indah didalam hidupku ? yaitu suatu sore di hari Rabu tanggal 6 Januari 1988 kira-2 jam 19 tempatnya di RS St. Carolus…. tapi ini bukan kisah tentang lagu Berpisah di teras Sint Carolus loh.

afsyah-habibie011

Saat itulah Habibie untuk pertama menghirup udara dibumi ini… betapa bahagianya aku… rasanya hidup ini lebih berarti menjadikan diriku seorang wanita dan seorang ibu yang sempurna….. melihat bayi montok, putih, cakep, ganteng yang ada didekatku…. capek, lelah, sakit yang beberapa jam lalu saya rasakan sirna sudah…. mana kala melihat bayi montok yang menggeliat-2 disampingku yang sedang kedinginan….. dalam hatiku muncul perasaan seandainya aku bisa melahirkan lagi 5 bayi montok seperti ini….. rasanya tidak pernah menyesal deh…. enjoy aja.

Sudah lama aku memimpikan memiliki anak yang lahir dari rahim/kandunganku sendiri…… karena selama ini aku sudah memiliki 7 ( tujuh ) anak yang lahir diluar kandungan…. maaf gak etis kan kalo aku menyebutnya anak tiri….. mereka adalah anak-2ku juga….. tapi aku bukan Ibu Tiri yang kejam lho,….. karena masih ada ibu yang lebih kejam…. mo tau namanya ? Ibu Kota…. he he.

Alhamdulillah, mimpiku sudah menjadi kenyataan….. memiliki anak laki-2 yang sangat aku dambakan….. Aku buat mimpi lagi ahhhh,…. mumpung mimpi gak beli, murah!!! Mo tau impian-2ku selanjutnya ? Aku ingin kelak anakku menjadi anak yang sukses didalam hidupnya….. Insya Allah…. dikabulkan.

Aku sendiri tidak tau mengapa aku sangat mencintai dan menyayangi Habibie, mungkin itu naluri seorang wanita ato ibu yang selalu mecintai dan menyayangi anaknya….. bagiku anak adalah aset berharga dalam hidupku dan masa depanku, aku ingin masa depan yang cerah dan penuh kebahagian.

Dimasa bayinya Habibie adalah bayi yang manis, tidak pernah rewel atau menanggis yang menjengkelkan Ibu & Bapaknya…. kalo malem mo pipis pun dia tidak mau ngompol…. maunya dipipiskan ( bhs Jawa : ditatur ) di kamar mandi…. pernah suatu malam karena ngantuknya aku paksain untuk ngompol aja dicelana tapi dia malah nangis minta pipis dikamar mandi.

afsyah-habibie050Kalau sakitpun dia tidak pernah rewel hanya diam saja, kadang aku yang salah tingkah karena sikapnya yang diam saja….. pernah suatu ketika Habibie mo tidur saya nyanyikan lagu Nina bobok….. dia menolak tidak mau lagu nina bobok bahkan sampai menangis tersedu-sedu dan dia betul-2 tidak mau mendengar lagu itu, setelah aku berhenti menyanyi dia diam….. akhirnya pelan-2 aku tanya kenapa menangis? dia jawab dengan tersendat-2 bahwa dia tidak suka lagu Nina bobok….. katanya waktu dia dirawat di rumah sakit Mama suka nyanyi nina bobok trus kalo Dede ( dia biasa menyebut dirinya Dede ) terbangun malam Mama nggak ada yang ada mbak Sri ( Suster/pengasuhnya ) jadinya Dede sedih…. Dede gak suka Nina bobok…. oo jadinya trauma gitu…ternyata Nina bobok membuat dia tidak bahagia…sejak saat itu aku tidak pernah lagi menyanyi.

Masa kanak-2 dilalui dengan semangat hidup yang tinggi, kecacatannya tidak menghambat pergaulannya dimasyarakat. Dia tetap enjoy bergaul dengan teman-2 sebayanya yang sehat, dia main layang-2, dia main gangsing, nitendo, Playstation, catur dll.

afsyah-habibie043
Dari kecil Habibie senang berkompetisi baik dilingkungan sekolah, rumah, RT, RW sampai kekelurahan….. dia biasa ikut bertanding cepat-tepat disekolah dan RT/RW saat acara lomba Perayaan Hari Kemerdekaan ato Agustusan, dalam pertandingan catur RT/RW dia selalu jadi juara…. maklum Habibie pernah belajar disekolah catur Utut Ardianto di Roxi Mas, tapi di tingkat kelurahan dia kalah…… ini bagian dari pembelajaran dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Aku sendiri tidak tau mengapa aku sangat mencintai dan menyayangi Habibie, mungkin itu naluri seorang Ibu yang selalu mecintai dan menyayangi anaknya. Yah pokoknya cinta berat gitu lho…Aku mencintai apa yang aku miliki… dan aku memiliki apa yang aku cintai…. begitu selalu tertanam dihatiku.

Entah mengapa aku juga sangat bangga padanya, bahkan saking bangganya bau kentutnya pun terasa wangi dihidung ku ha ha. Buat orang lain sih tentu saja tidak, yang namanya kentut tetap saja bau.

Link : http://public.kompasiana.com/2009/09/16/aku-bangga-punya-habibie/

* Endang Setyati, yang sering dipanggil Ibu Habibie ini, lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1950. Sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan sedang mengembangkan kemampuan menulisnya. Alumnus Writer Schoolen worskhop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XI” dan “Cara Cerdas Menulis Buku Bestseller batch IX” ini bersama puteranya, Habibie, sedang mengembangkan website beralamat di http://www.ibuhabibie.com. Ia dapat dihubungi melalui telepon 021-92824783 atau HP: 0811876844 atau email endangsetyati@gmail.com dan FB : Endang Setyati.

Share on Facebook Share on Twitter

Habibie & Dewa di Kick Andy Off-air

Sore yang cerah Sabtu, 16 Mei 2009. Saya dan Habibie menuju Sogo Senayan lantai 5 tepatnya di Toko Buku Kinokuniya, toko ini termasuk toko buku papan atas. Untuk memenuhi undangan Bang Andy Noya di acara Kick Andy Off-Air Diskusi Buku Andy’s Corner 2. Dengan 2 narasumber yang diundang Dewa + Ibu Poppy dan Habibie Afsyah + saya.

Acara dibuka dengan tegur sapa manis mas Husein, disambut dengan tepuk tangan meriah audience. Diawali dengan berbagi hadiah dan pertanyaan-2 ringan tentang buku Andy’s Corner, yang disambut antusias oleh audience. Tak lama kemudian Bang Andy Noya membuka acara dengan sapa dan memanggil Dewa dan Ibu Poppy sebagai narasumber pertama.

Ibu Poppy yang cantik datang dengan menggendong puteranya yang berusia 6 tahun yang namanya Dewa. Setelah memperkenalkan diri Ibu Poppy menceritakan tentang putera semata wayangnya, yang menderita Cereble Palsy.

IYA Sogo Sena

Acara Kick Andy Off-Air, di Toko Buku KINOKUN

yan lt 5 tadi sore sangat berkesan. Tanya jawab yg seru membuat audience terharu….. sempat turun hujan,…. air mata. Melihat dan mendengarkan dua narasumber berbagi cerita ttg pengalaman merawat buah hatinya : Dewa & Ibu Poppy dan Habibie Afsyah & Ibu Endang. Terima kasih atas perhatian dan dukungan Tim Kick Andy dan Audience.

Audience yang hadir kebanyakan pengunjung toko buku, Netpreneur teman-2 Habibie ada juga teman dari TDA ( Tangan Di Atas ) dan member dari Andy’s Corner Book Club. Senang sekali saya bisa berkenalan dengan kelompok Ibu-2 dari Rumah Singgah yang aktif mengelola dan membantu penderita kanker yang akan berobat ke RSCM.

Kelompok Ibu-2 ini ada Ibu Pinta Manulang Panggabean, Ibu Retno Palupi saya senang berkenalan dengan mereka. Ternyata Ibu Retno Palupi A Noya ini adalah istrinya Bang Andy Noya, saya sudah kenal dengan Suaminya tapi baru kali ini bisa ketemu istrinya.

Ibu Pinta dan Ibu Upik begitu panggilan istri bang Andy sehari-hari, memiliki kegiatan yang sangat mulia. Beliau mengelola sebuah Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia ( Indonesian Care for Cancer Kids Founddation ) dan menyediakan rumah singgah bagi penderita cancer yang akan menjalani perawatan dan pengobatan di RSCM. Namanya Rumah Kita yang beralamat di Jl. Percetakan IX No. 3. Jakarta Pusat. Telp. 021.424.3128.

Renungan dan Catatan dari Diskusi Buku Andy’s Corner 2
Catatan : Ayu Windiyaningrum.
Thursday, May 21, 2009 at 6:57pm

Untuk ketigakalinya, Kick Andy Book Club melakukan diskusi buku. Kali ini diskusi yang bertempat di Kinokuniya pada Sabtu, 16 Mei 2009 lalu ini membahas buku Andy’s Corner 2. Sebuah buku yang merupakan catatan dari setiap episode yang dihadirkan dalam tayangan Kick Andy. Dan kali ini menghadirkan Habibie Afsyah dan Dewa. Keduanya adalah narasumber Kick Andy episode Kasih Tiada Bertepi.

Habibie Afsyah adalah seorang penderita Muscular Distrophy, pelemahan otot yang terjadi karena adanya faktor genetik, berupa kelainan pada kromosom. Akibatnya, ia mengalami kelumpuhan pada anggota geraknya. Kondisinya juga terus memburuk. Bahkan kini ia hanya dapat mengetik dengan telunjuk kanannya saja. Bukan itu saja, sudah sejak lama dokter memberikan vonisnya pada Habibie, kalau ia tidak akan berumur panjang. Tapi toh semangat dan perjuangannya membuktikan kalau ia masih bisa menjalani hidupnya hingga usianya yang ke 21 saat ini. Bahkan kini ia berprofesi sebagai seorang internet marketer dan kerap diundang sebagai pembicara. Penghasilannya juga tidak main-main, setiap bulannya dapat mencapai 10 juta.

Endang Setyati, sang ibu tidak pernah menduga kalau anak yang dilahirkannya akan menjalani hidup dengan keterbatasan gerak. Toh ia tidak dapat memilih pemberian Tuhan.

Untuk dapat menunjang perkembangan Habibie, Ibu Endang mengikutsertakan Habibie pada berbagai jenis terapi untuk melatih anggota geraknya, seperti fisioterapi. Akan tetapi, saat ini Habibie sudah tidak mau lagi mengikuti terapi. Ia merasa trauma untuk mengikuti terapi. Terapi dinilai sebagai sesuatu yang menyakitkan. Habibie tidak keberatan untuk menjalani berbagi pengobatan, ke dokter ataupun rumah sakit, tetapi ia tidak mau lagi mengikuti terapi. Trauma Habibie terhadap terapi ini baru diketahui Ibu Endang dari tulisan Habibie pada buku yang sedang ditulisnya. Habibie saat ini sedang menuliskan kisahnya. Sebuah catatan yang akan ditinggalkannya, saat dokter mengatakan kalau usianya hanya tinggal empat tahun lagi.

Kondisi Habibie saat ini terus menurun. Dokter bahkan menyatakan kalau ia sekarang menderita Skoliosis (kelainan pada otot yang menyebabkan badan melengkung menyerupai huruf S), tiposis (dada ke depan), anthropi (tangan kiri sudah tidak berfungsi), serta kelumpuhan pada kedua kaki. Alat geraknya yang masih berfungsi adalah jari telunjuk tangan kanannya, dan dengan jari inilah ia mengetik, menuliskan naskah bukunya, serta berkelana di dunia maya (internet). Saat ini pernafasannya masih berfungsi dengan baik, hanya saja kalau posisi duduknya tidak nyaman, ia dapat terus terbatuk-batuk.

Habibie tentu tidak dapat tumbuh seperti anak-anak pada umumnya. Saat teman-temannya menikmati aneka wahana permainan di Dunia Fantasi, maka ia hanya dapat melihatnya dari luar arena permainan sambil makan ice cream dan memendam rasa iri. Tapi Habibie juga tidak mau marah dan menyalahkan Tuhan atas kondisinya saat ini. Ia yakin, inilah jalan terbaik yang telah dipilihkan untuk hidupnya.

Saat ini, Habibie juga memiliki Yayasan Habibie Afsyah, yang bergerak untuk memberdayakan anak-anak seperti Habibie. Anak-anak yang kemampuan kognitifnya masih berfungsi dengan sangat baik, namun fisiknya tidak mendukung. 10% dari penghasilan Habibie didonasikan untuk yayasan tersebut. Melalui buku dan yayasan Habibie ini, Ibu Endang berharap sekalipun kelak walaupun Habibie sudah tidak ada, tetapi ia masih dapat berarti bagi sesamanya.

Setiap orang yang hadir kemudian dikejutkan dengan sosok Dewantara Soepardi. Seorang bocah laki-laki tampan berusia 6 tahun. Dewa, begitu ia biasa disapa terlahir prematur dan didiagnosa menderita Brain Injured (Cerebral Palsy type tetraplegia – diplegia). Dewa berkomunikasi dengan menggunakan Facilitator Communication (FC) bersama orangtuanya.

Poppy, sang ibu tidak ingin sedih berlarut-larut. Ia pun mencari berbagai alternative pengobatan untuk Dewa, bahkan hingga ke Philadelphia. Mereka kemudian menjalani metode Glenn Doman. Dan perlahan, Dewa mulai dapat berkomunikasi, meski dibantu oleh alat yang disebutnya facilitator communication. Dewa juga muai mengembangkan kemampuannya. Dewa sangat suka menulis puisi. Bahkan kumpulan puisinya sudah dibukukan dalam buku “Suara Hati Dewa”.

Apa pun kondisi Dewa, Ibu Poppy dan suaminya akan memberikan yang terbaik untuk Dewa. Agar lebih konsentrasi menjaga Dewa, Poppy bahkan meninggalkan pekerjaan di perusahaan pialang. Prinsip mereka adalah “jangan kita melihat sakitnya apa, tapi apa yang kita bisa perbuat untuk nantinya”. Pada akhirnya Ibu Poppy dapat menerima Dewa dengan cerebral palsy-nya dan menyiapkan Dewa untuk masa depannya.

Sebelum tampil di Kick Andy pada episode Kasih Tiada Bertepi, Dewa menuliskan puisinya sebagai berikut :

”Om Andy Aku Datang”

Suatu nuansa bicara
Jauhkan dosa dunia
Akan jelang cinta Tuhan
Tidak hanya di dunia
Tapi juga disisiNya

Tuhan..disini aku cerita
Tentang hidup seorang anak manusia
Akulah dia..

Inikah duniaku
Cinta tak pernah bohong

Bila cintaku datang
Jangan kau ijinkan ia pergi
Apabila arus hidupku terhalang batu
Singkirkan halangan itu dengan doaku

Suaraku kini didengar
Dinegeriku Indonesia
Akupun bahagia
Terima kasih Tuhan
Akupun tersenyum manja

Salah seorang peserta diskusi yang anggota keluarganya meninggal akibat muscular distrophy mengungkapkan sebuah pernyataan yang menarik, “… Habibie dan Dewa memang punya kekurangan. Kalau tidak, maka mereka akan terlalu sempurna sebagai manusia, seperti malaikat.” Bagi Ibu Poppy dan Ibu Endang, Dewa dan Habibie adalah harta mereka, simpanan mereka untuk mencapai surgaNya. Mereka pernah mempertanyakan pada Yang Maha Membuat Rencana, mengapa mereka yang ditimpakan cobaan itu. Tapi kemudian, kehidupan yang mengajarkan, bahwa sebenarnya mereka adalah orang-orang terpilih untuk menerima karuniaNya, seorang anak luar biasa. Habibie dan Ibu Endang, Dewa dan Ibu Poppy, terimakasih untuk pelajarannya tentang hidup.

“…ada banyak bibit di dalam diri manusia. Ada bibit kebodohan, keserakahan, kemarahan, iri hati, dendam. Ada juga bibit kesabaran, kasih sayang, cinta, memaafkan, persahabatan. Pertanyaan berikutnya, bibit-bibit mana yang kita sirami setiap harinya?.” -Gede Prama-

Share on Facebook Share on Twitter

6 tanggapan untuk “Habibie & Dewa di Kick Andy Off-Air.”

  1. adi suryanto,
    — 15 September 2009 jam 1:59 am
    tulisan yg sangat baik dan menyentuh. tolong sampaikan salam simpati dan doa saya dari jauh (sao paulo – brasil) buat bu endang dan habibie serta bu poppy dan dewa, semoga selalu diberi kekuatan dan ketabahan olehNYA

  2. Nining Hari Purwanto,
    — 15 September 2009 jam 2:59 am
    Saya bangga dengan prestasi Habibie dan Dewa – prestasinya melebihi kita semua. Salut saya sangat kepada Ibunda Endang dan Ibunda Poppy . . . kasih ibu sepanjang masa sehingga membuat anak-anak hidup sangat bermakna bagi orang lain.

  3. hadi,
    — 15 September 2009 jam 3:01 am
    Setelah membaca tulisan tadi, kita2 yg diberikan rahmat sehat & normal pd umunya seyogyanya banyak2 bersyukur pada Sang Khalik Yang Maha Pencipta…buat bu endang, habibie, bu popy, dewa salam sayang dari jauh…, semoga pelajaran hidup yg penuh makna dari sampeyan2 ini membukakan mata, hati & pikiran kita utk lebih menghargai apa yg telah dikaruniakanNya kepada kita…Salam Sukses buat Bang Andy.

  4. Budi Suharyono,
    — 15 September 2009 jam 4:37 am
    Dia masih muda dan penuh dengan kekurangan,tapi dia sangat pandai mejalani dan memaknai hidup.

  5. Ibu Habibie,
    — 15 September 2009 jam 5:24 am
    @ Adi Suryanto : Makasih salam dan doanya, semoga Allah mengabulkan doa Anda yg dikirim dari nun jauh disana. Doa Anda bermanfaat buat kami semua dan semoga Allah jg melimpahkan rahmat & ridho Nya buat Anda sekeluarga.

    @ Nining Hari Purwanto : Tks, anda telah membaca tulisan saya yg sederhana dan Renungan dari mbak Ayu W Tim Kreatif Kick Andy, seorang Ibu memang harus mencintai dan mengasihi anaknya bagaimanapun keadaannya yg lemah, yg cantik, yg ganteng harus dapat porsi yg sama.

    @ Hadi : Jika Allah memberikan cobaan dalam hidup ini, sebaiknya sabar dan ikhlas menerimanya. Jika Allah memberikan kebahagiaan dan kesenangan alangkah baiknya kita selalu mensyukurinya agar Allah melimpahkan & menambahkan nikmatnya terus menerus dan tak pernah putus….. Amin. Begitulah kami menyikapi keadaan.

    Anda jauhnya dimana? Sepertinya pembaca tadi malam dari jauh semua ya. Pak Adi dari Brasil, Pak Hadi dari Amerika ya? Ternyata penggemar Kompasiana.com dari jauh-2….. Yang rindu kampung halaman, semoga Kompasiana bisa sebagai penawar kerinduan.

    Salam hangat kami buat Anda semua.

  6. Ibu Habibie,
    — 15 September 2009 jam 5:37 am
    @ Budi Suharyanto : Saya mencoba tegar dalam menjalani hidup, krn hidup dan kehidupan adalah pemberian/karunia Allah yg layak kita nikmati & syukuri bukan kita sesali. Mungkin begitulah cara kami memperoleh kebahagiaan. Saya tidak mau tenggelam dalam duka. Umur yg Allah berikan minimum hrs bermanfaat buat diri sendiri. Syukur-2 jg buat orang lain….. Makasih.

kirim komentar

Aku bangga punya Habibie (Part 1)

Oleh ibuhabibie – 16 September 2009 – Dibaca 592 Kali –

Kawan…,

Bolehkah saya ceritakan tentang saat-2 paling bahagia dalam hidupku ? Andai Anda keberatan membaca tulisan dan ceritaku ato bahkan Anda sudah bosan melihat website ku….. sebaiknya Anda close saja dan ganti web lain….. ato silahkan Anda tinggalkan, masuk keperaduan dan tidur….. semoga mimpi indah.

Buat yang masih suka menyimak cerita ku….. ayolah kita sambung lagi…. pengin tau saat-2 paling indah didalam hidupku ?  yaitu suatu sore di hari Rabu tanggal 6 Januari 1988 kira-2 jam 19 tempatnya di RS St. Carolus…. tapi ini bukan kisah tentang lagu Berpisah di teras Sint Carolus loh.

afsyah-habibie011

Saat itulah Habibie untuk pertama menghirup udara dibumi ini… betapa bahagianya aku… rasanya hidup ini lebih berarti menjadikan diriku seorang wanita dan seorang ibu yang sempurna….. melihat bayi montok, putih, cakep, ganteng yang ada didekatku…. capek, lelah, sakit yang beberapa jam lalu saya rasakan sirna sudah…. mana kala melihat bayi montok yang menggeliat-2 disampingku yang sedang kedinginan….. dalam hatiku muncul perasaan seandainya aku bisa melahirkan lagi 5 bayi montok seperti ini….. rasanya tidak pernah menyesal deh…. enjoy aja.

Sudah lama aku memimpikan memiliki anak yang lahir dari rahim/kandunganku sendiri…… karena selama ini aku sudah memiliki 7 ( tujuh ) anak yang lahir diluar kandungan…. maaf gak etis kan kalo aku menyebutnya  anak tiri….. mereka adalah anak-2ku juga….. tapi aku bukan Ibu Tiri yang kejam lho,….. karena masih ada  ibu yang lebih kejam…. mo tau namanya ? Ibu Kota…. he he.

Alhamdulillah, mimpiku sudah menjadi kenyataan….. memiliki anak laki-2 yang sangat aku dambakan….. Aku buat mimpi lagi ahhhh,…. mumpung mimpi gak beli, murah!!! Mo tau impian-2ku selanjutnya ?           Aku ingin kelak anakku menjadi anak yang sukses didalam hidupnya….. Insya Allah…. dikabulkan.

Aku sendiri tidak tau mengapa aku sangat mencintai dan menyayangi Habibie, mungkin itu naluri seorang wanita ato ibu yang selalu mecintai dan menyayangi anaknya….. bagiku anak adalah aset berharga dalam hidupku dan masa depanku, aku ingin masa depan yang cerah dan penuh kebahagian.

Dimasa bayinya Habibie adalah bayi yang manis, tidak pernah rewel atau menanggis yang menjengkelkan Ibu & Bapaknya…. kalo malem mo pipis pun dia tidak mau ngompol…. maunya dipipiskan ( bhs Jawa : ditatur ) di kamar mandi…. pernah suatu malam karena ngantuknya aku paksain untuk ngompol aja dicelana tapi dia malah nangis minta pipis dikamar mandi.

afsyah-habibie050Kalau sakitpun dia tidak pernah rewel hanya diam saja, kadang aku yang salah tingkah karena sikapnya yang diam saja….. pernah suatu ketika Habibie mo tidur saya nyanyikan lagu Nina bobok….. dia menolak tidak mau lagu nina bobok bahkan sampai menangis tersedu-sedu dan dia betul-2 tidak mau mendengar lagu itu, setelah aku berhenti menyanyi dia diam….. akhirnya pelan-2 aku tanya kenapa menangis? dia jawab dengan tersendat-2 bahwa dia tidak suka lagu Nina bobok….. katanya waktu dia dirawat di rumah sakit Mama suka nyanyi nina bobok trus kalo Dede ( dia biasa menyebut dirinya Dede ) terbangun malam Mama nggak ada yang ada mbak Sri ( Suster/pengasuhnya ) jadinya Dede sedih…. Dede gak suka Nina bobok…. oo jadinya trauma gitu…ternyata Nina bobok membuat dia tidak bahagia…sejak saat itu aku tidak pernah lagi menyanyi.

Masa kanak-2 dilalui dengan semangat hidup yang tinggi, kecacatannya tidak menghambat pergaulannya dimasyarakat. Dia tetap enjoy bergaul dengan teman-2 sebayanya yang sehat, dia main layang-2, dia main gangsing, nitendo, Playstation, catur dll.

afsyah-habibie043
Dari kecil Habibie senang berkompetisi baik dilingkungan sekolah, rumah, RT, RW sampai kekelurahan….. dia biasa ikut bertanding cepat-tepat disekolah dan RT/RW saat acara lomba Perayaan Hari Kemerdekaan ato Agustusan, dalam pertandingan catur RT/RW dia selalu jadi juara…. maklum Habibie pernah belajar disekolah catur Utut Ardianto di Roxi Mas, tapi di tingkat kelurahan dia kalah…… ini bagian dari pembelajaran dan menumbuhkan rasa percaya diri.

Aku sendiri tidak tau mengapa aku sangat mencintai dan menyayangi Habibie, mungkin itu naluri seorang Ibu yang selalu mecintai dan menyayangi anaknya. Yah pokoknya cinta berat gitu lho…Aku mencintai apa yang aku miliki… dan aku memiliki apa yang aku cintai…. begitu selalu tertanam dihatiku.

Entah mengapa aku juga sangat bangga padanya, bahkan saking bangganya bau kentutnya pun terasa wangi dihidung ku ha ha. Buat orang lain sih tentu saja tidak, yang namanya kentut tetap saja bau.

* Endang Setyati, yang sering dipanggil Ibu Habibie ini, lahir di Yogyakarta pada 17 Desember 1950. Sehari-hari sebagai ibu rumah tangga dan sedang mengembangkan kemampuan menulisnya. Alumnus Writer Schoolen worskhop “Cara Cerdas Menulis Artikel Menarik batch XI” dan “Cara Cerdas Menulis Buku Bestseller batch IX” ini bersama puteranya, Habibie, sedang mengembangkan website beralamat di http://www.ibuhabibie.com. Ia dapat dihubungi melalui telepon 021-92824783 atau HP: 0811876844 atau email endangsetyati@gmail.com dan FB : Endang Setyati.

Share on Facebook Share on Twitter