Aku Ini Bukan Siapa-Siapa

Aku ini bukan siapa-siapa kalau bukan karena dia.  Yah betul sekali aku ini hanyalah seorang Ibu biasa seperti Ibu lainnya. Hanya yang membedakan aku dan mereka karena aku punya anak namanya Habibie Afsyah, seoarang anak yang sangat istimewa buat aku. Dimata ku dia anak yang ganteng, murah senyum dan pandai bergaul. Saya tahu itu karena temannya banyak baik secara Online dan Off-line, hebatnya lagi semua teman-2nya menerima dia dengan terbuka dan sangat “WelCome”

Karena dia aku dikenal banyak orang, lebih dari yang saya bayangkan. Mereka sering memanggil ku dengan panggilan yang aku suka sekali “Ibu Habibie” Jika bukan karena dia tidak mungkin aku dicari wartawan, reporter TV dan media social lain.

Di acara "Ketemu Pepeng" (Dok Pribadi) Bahkan sering aku di panggil beberapa station TV sebagai narasumber acara talkshow dll untuk mendampinginya. Kick Andy – Zero to Hero di MetroTV, Ceriwis dan Dorce Show, Damai Indonesiaku, Ketemu Pepeng di TVOne, TransTV & Trans7, DAAI-TV, GlobalTV, TVRI dan TVNusantara pernah menayangkan profilnya.  Dia memang anak yang hebat maksudnya yang hebat itu semangat juangnya untuk sukses dan semangat belajarnya yang pantang menyerah walau hidupnya penuh kelemahan dan keterbatasan. Hidupnya sederhana tapi cita-citanya yang luar biasa . Dia ingin menjadi orang biasa yang ingin ikut mbangun bangsa bersama Yayasannya = Yayasan Habibie Afsyah dan mimpinya membangun IDCC = Indonesia Difable Care Community.

Betapa bahagia dan bangganya aku bisa tampil mendampingi anakku “Habibie Afsyah” tampil di event-event besar seperti “Hari Ibu 22 Desember” yang baru lalu. Hari Ibu diperingati hanya setahun sekali, acara yang sangat mulia dan bermakna “Sebuah penghargaan dan penghormatan bagi perjuangan berat dari seorang Ibu untuk  mensukseskan putra-putrinya.”  Ada dua station TV yang menampilkan diri ku sebagai narasumber di acaranya yaitu TVOne dengan acaranya “Ketemu Pepeng” sebuah acara yang inspiratif. Ditayangkan pada Rabu 21 Desember 2011 jam 13.30 dengan tema “Ibu….”  Trima kasih TVOne dan mas Pepeng telah memanggil kami.

Juga pada acara puncak memperingati “Hari Ibu” bersama ANTV dengan tema “Persembahan Untuk Ibu” ditayangkan pada hari Kamis 22 Desember 2011 jam 20.00. Sungguh suatu kehormatan dan kebahagiaan tersendiri saya dan Habibie Afsyah dipanggil untuk hadir live show di studio ANTV, saat acara itu ditayangkan. Sempat menitikkan air mata saat penyanyi-penyanyi cantik dan ganteng serta anak-anak yang lincah mengalunkan suaranya yang merdu dengan puja dan pujian untuk Sang Bunda tercinta yang mengasihinya tanpa batas.

Dihari yang sama Kamis 22 Desember 2011 jan 9.00 – 12.00 satu kehormatan kami di undang di sebuah instansi pemerintah dibawah Kementerian Pendidikan PPPPTK/Vedca Jl. Raya Jangari KM 14 di Cianjur – Jawa Barat sebagai narasumber dalam merayakan “Hari Ibu” dengan tema “Ibu Sebagai Motivator Keluarga.” Sungguh bahagia ditengah keluarga besar PPPPTK/Vedca yang dinamis dan kreatif dibawah pimpinan Bpk. Siswoyo, MSi. Mereka sangat terbuka menerima kehadiran kami, rasanya betah tinggal disana. Udaranya sejuk suasananya penuh kekeluargaan, baru bertemu sekali seperti bertemu sahabat karib yang lama tak jumpa. Rasanya berat sekali melangkahkan kaki meninggalkan mereka untuk segera  pamitan ‘tuk kembali ke Jakarta karena tugas lain telah menanti. Masih terngiang di telinga suara merdu paduan suara karayawati dan Ibu Dharma Wanita yang menyanyikan lagu “Bunda” dan puisinya yang dibacakan dengan hati. Hingga mengharuskan Bapak-2 dan Ibu-2 yang hadir, pendengar dan penikmat lagu “Bunda” dan Puisi “Ibuku Malaikatku” menitikkan air mata larut dalam bahagia mengenang “IBU” mereka .

Tak terelakan angan ku melayang ke masa lalu, ingatan ku kuat melayang mengenang jasa-jasa dan perjuangan “Ibu ku” yang sarat penderitaan. Perjuangan seorang Ibu yang tulus tanpa pamrih dan ikhlas dikerjakan dengan suka cita dan tak ada rasa terpaksa karena cinta serta kasih sayangnya ‘tuk putra-putrinya. “Kasih Ibu Sepanjang Jalan” hanya karena beliau tidak ingin dan tidak mau melihat putra-putrinya hidup terlunta-lunta dan kekurangan harta benda seperti yang dialaminya. Sungguh mulia perjuangan mu “Ibu” Belum sempat rasanya aku membalas budi dan bakti pada Mu, namun kini Ibu telah dipanggil Sang Khaliq, Sang Maha Pencipta pemilik alam semesta.

Semoga “Ibu” di surga “Jannatunnaim” sana juga menyaksikan cucunya telah menorehkan prestasi di Bumi Pertiwi seperti yang pernah di cita-citakannya agar anak dan cucunya kelak hidup sukses, bahagia dan bermakna dunia dan akhirat. Hidup hanya satu kali harus sukses dinikmati dan disyukuri.

Trima kasih Tuhan Engkau telah memberikan yang terbaik dalam hidupku. Engkau telah memberikan tempat yang mulia dan terhormat bagi kami sekeluarga berkat seorang anak Habibie Afsyah.

Bagiku tak ada musibah yang ada hanya anugrah.

Setiabudi – Jakarta, 23 Desember 2011.

SURGA BUAT HABIBIE

Apa kabar SAHABAT mohon maaf telah lama tidak aktif  menulis di blog ini karena beberapa bulan terakhir ini seluruh tenaga dan pikiran tercurah untuk bekerja cerdas dan bekerja keras mewujudkan mimpi menjadi  kenyataan bisa menjadi penulis buku. Alhamdulillah puji syukur tepat tanggal 14 Februari 2011 pas Valentine-Day buku “Surga Buat Habibie” diantar kerumah menandakan buku tersebut selesai dicetak oleh penerbit Kawan Pustaka sejumlah 5000 eksemplar. Mengapa aku berhasrat besar menulis buku, silahkan simak tulisan dibawah ini….. Monggo.!!!

Ketika aku harus naik panggung mewakili anakku diacara bedah buku atau gathering bersama diantara    penulis buku dan masyarakat penggemar buku, ada rasa bangga dan bahagia tentu saja.  Karena anakku telah memiliki karya mulia sebuah buku berjudul “Kelemahanku Adalah Kekuatanku” Tapi dibalik itu ada juga perasaan  “Mestinya aku naik panggung dengan membawa karyaku sendiri bukan karena prestasi anakku” Ada ketidak puasan batin terhadap diriku. Kenapa aku tidak berprestasi seperti anakku, disinilah timbul kebangkitan bahwa sudah saatnya aku juga harus mensukseskan diriku. Tidak nebeng prestasi dan kebesaran nama anak terus.

Lahir sebuah tekat bahwa aku juga harus menulis, sebuah tekat yg tidak pernah aku miliki sebelumnya. Walaupun sudah sejak lama aku menyimpan mimpi untuk menulis buku untuk memenuhi permintaan anakku. Tapi mimpi tetap saja jadi mimpi karena tidak pernah punya rencana untuk direalisasikan. Hanya ada satu kata “NEKAT”  aku harus bisa.!!! Entah dari mana berasal tapi kekuatan dari dalam diri itu muncul dan keajaiban pun terjadi. Akhirnya sebuah buku hadir atas nama cinta anak dari pikiran dan kebetulan-kebetulan yang Allah SWT ciptakan untukku.

Mengapa “Surga Buat Habibie” menjadi pilihan judul bukuku?

Cover buku perdanaku penerbit Kawan Pustaka Feb 2011.

Ya sebuah pertanyaan yang bagus. Karena aku ingin memberikan surga untuk anakku. Surga dunia yang ingin aku berikan padanya walaupun dia anak yang tidak sempurna. Aku punya keyakinan jika anakku Habibie sudah dijamin Allah kelak sebagai penghuni surga diakhirat. Nah aku ibunya juga ingin memberikan surga dunia. Surga dunia yang aku maksudkan adalah aku ingin memberikan “I love you full anakku” kasih sayang yang penuh, pendidikan semaksimal mungkin dia mampu dan sesuai kemampuan finansielku tentu saja. Perhatian dan pendampingan dengan sepenuh hati, pendampingan dari samping karena aku harus menjaga dan membantunya setiap saat dia membutuhkan. Pendampingan dari depan karena aku adalah sebagai kompas penunjuk jalan arah hidupnya dalam mencapai prestasi-2 dan cita-2nya. Pendampingan dari belakang karena aku harus mendorong semangatnya dan mensupportnya secara terus menerus.

Aku tidak mau memberikan neraka padanya. Jika saja aku menolak kehadirannya maka hal ini tentu akan menambah  berat beban batinnya. Karena dengan ketidak sempurnaan yang dimilikinya itu sudah merupakan beban batin yg tak tertahankan. Apalagi harus ditambah dengan penolakan dari orang tua dan keluarga maka hal ini akan memberikan penderitaan ganda yg maha berat…. Tidak aku tidak mau menambah berat beban hidupnya aku sangat ingin meringankannya dengan memberikan limpahan kebahagiaan padanya.

Didepan pintu masuk TB Trimedia Ambasador Kuningan.

Kabar gembira dari temanku berupa SMS ucapan “Selamat ya Bu atas penerbitan bukunya….. sy jalan-2 ke Gramed   diteras BSD eeh ada buku Ibu di rak depan” dari sahabat ku “Archan Sang Provokator”….. Trima kasih sahabat atas perhatian mu.

Sengaja aku tadi servey ke toko buku  TRIMEDIA dekat rumah di Ambasador Kuningan aku sudah lihat dan sempat ambil gambarnya. Bukuku ada didepan pintu masuk menyambut para pengunjung dengan senyum selamat datang, semoga pengunjung tertarik melihatku dan berkenan membelinya untuk dibaca atau untuk souvenir bagi sahabat-2nya. Infonya buku ini sudah beredar di toko buku seluruh Gramedia dan Gunung Agung juga toko-2 lainnya.

http://kawanpustaka.com/buku-baru/486-surga-buat-habibie.html

Harapanku semoga buku “SURGA BUAT HABIBIE” bisa diterima dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Mohon doanya.

Habibie Afsyah Tampil di “Bingkai Berita” Trans-TV

Janji mbak Fina dan Tim dari Trans-TV untuk datang kerumah pada hari Senin 16/08 jam 11.00 ditepati. Beberapa hari lalu beliau telpon bahwa ingin menampilkan profil habibie di acara “Bingkai Berita” Trans-TV yang ditayangkan setiap hari Senin-Jum’at jam 13.00 – 13.30. Mbak Zafina datang bertiga dengan mas Derivian dan mas Eka Suryana, lengkap dengan perlengkapannya ada kamera dan lain-lain.

Pertanyaan yang diajukan untuk Habibie masih tetap tentang seputar kegiatannya dibisnis online yang sudah 3 tahun ini ditekuninya. Juga perkembangan dan langkah-2 kedepan yang ingin dicapainya. Juga apa saja sih yang dijual Habibie di internet? Satu-satu web-bisnis Habibie dibuka seperti bisnis propertinya di http://www.rumah101.com – HP Quran di http://www.ponsel-quran.com -  untuk auto motif http://www.kiapride.orghttp://www.dealerkia.comhttp://www.kiapregio.com dan website klien-klien lainnya.

Pertanyaan untuk saya yaitu tentang penyakit yang diderita Habibie, bagaimana mengarahkan Habibie memasuki dunia online dan sejak kapan? Untuk lebih asyiknya nanti Kamis 19 Agustus 2010 jam 13.00-13.30 nonton di Trans-TV saja ya.

Jakarta, Senin 16/08/’10.

Buku Adalah Pembawa Pesan Peradaban

Mini Monas Buku penghargaan dari IKAPI DKI untuk Habibie Afsyah dan Irwan Dwi Kustanto.

Jum’at 2 Juli 2010 jam 15 Pesta Buku Jakarta ke 20 Tahun telah dibuka oleh Bpk. Fauzi Bowo, Gubernur KDI Jakarta. Suasana bernuansa Betawi sangat kental terasa, ada Keroncong Tugu dengan lagu-2 khas seperti Yuk Kite Nonton Ondel-2, Jali-jali dll.

Pesan moral yang disampaikan oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta adalah beliau mengajak masyarakat Jakarta untuk “gemar membaca” seperti paduan suara adik-2 yang dinyanyikan dihadapan Bpk. Fauzi Bowo. Pada kesempatan ini beliau juga memberikan penghargaan dan piala berbentuk Mini Monas kepada Habibie Afsyah penulis buku “Kelemahanku adalah kekuatanku” penerbit Gramedia Pustaka Utama dan Pak Irwan Dwi Kustanto penulis buku “Angin pun berbisik” dan kumpulan cerpen “Rakyat yang suka bertanya” penerbit Spasi.

Seandainya saja banyak anak-2 dan orang-2 Jakarta yang hobi membaca, pastilah kegiatan ini menjadikan kebiasaan yang positif buat masyarakat. Beliau juga bercerita dalam kunjungannya menjumpai warganya di tingkat RT & RW, beliau menyaksikan sendiri banyak taman-2 bacaan dilingkungan RT/RW yang diminati warga.

Nah kalo Bapak Gubernur mengajak anda untuk “Gemar Membaca” maka saya ingin mengajak anda untuk gemar menulis. Karena kegiatan membaca dan menulis ini adalah paduan kegiatan kerja otak yang sangat ideal. Membaca sebagai In-Put dan menulis adalah Out-Put nya. Kalo in-put sudah penuh kita harus buat balance nya dengan out-put berupa tulisan.

Gubernur DKI Jakarta Bpk. Fauzi Bowo berkenan foto bersama Habibie & Irwan usai menyerahkan penghargaan dan piala Mini Monas Buku.

Ilmu dasar yang diberikan pada setiap insan didunia ini adalah membaca dan menulis. Sejak dari jaman nenek-moyang sampai jaman Cucu dan Cicit masa kini. Pelajaran dasar yg harus dikuasai adalah membaca & menulis karena membaca dan menulis adalah peletak semua ilmu.

Buku dan Penulis adalah pembawa pesan peradaban. Iya bener, setiap peradaban selalu ditinggalkan dalam bentu tulisan. Lihat saja sejak dahulu kala ditemukan jejak-2 kehidupan dalam bentuk peninggalan-2 purbakala pada batu-batu misalnya dalam bentuk candi-2 sebagai lambang dan jejak-2 kehidupan pada jamannya. Orang biasa menyebut jaman batu. Karena pada saat itu belum diketemukan huruf jadi manusia-2 purba meninggalkan jejak dalam bentuk prasasti yang memiliki lambang-2 peradaban. Masing-masing wilayah memiliki lambang-lambang ato tanda-tanda yang berbeda.

Setelah manusia mengenal huruf dan sarana-2 lain yang lebih maju maka jejak peradaban pun berubah dari menulis diatas batu menjadi tulisan diatas daun lontar seperti banyak diketemukan dibelahan Indonesia bagian timur. Setelah jaman lebih maju penemuan huruf latin menjadi acuan tulisan berskala global dan mendunia, juga diketemukannya kertas dan lain-lain sebagai sarana yang lebih flexible penggunaannya. Maka jadilah orang biasa menyebutnya dengan buku. Buku dari masa kemasa punya ciri khas. Sesuai pesan peradaban yang ingin disampaikan oleh penulisnya.

Jaman terus berubah, dari media kertas buku terus berkembang. Dari mulai karya-karya tulis anak bangsa sampai buku-buku import asli dan terjemahan banjir dinegeri kita. Ada buku Harry Poter, Chicken Soup for The Writer’s Soul dll. Sekarang manusia tidak hanya menulis diatas kertas untuk berekspresi dan membawa pesan peradaban. Bahkan sekarang orang menulis sudah sampai kedunia lain, yang sering disebut dunia maya.

Ebook “Sukses Dari Amazon” dipasarkan secara online dari Juni ‘08 – Juli ‘09.

Ya betul menulis dan menuangkan karya dan kreatifitasnya untuk berbagai keperluan. didunia online ato menulis dengan cara digital seperti Sandek/SMS, MMS, Email, Blog, Facebook, Twitter. Bahkan buku-buku masa kini juga banyak yang ditulis secara online dan biasa disebut Ebook ato Electrick Book.
Seperti ebook “Sukses Dari Amazon” karya Habibie Afsyah, “Uang Panas” karya Haryo Prabowo.

Sesaat setelah penyerahan kenang-2an berupa Buku dan CD profil Habibie Afsyah.

Harapan saya semoga makin banyak masyarakat kita yang menyadari pentingnya membaca dan menulis. Kalau “Gemar Membaca” sudah dicanangkan oleh Gubernur kita Bpk. Fauzi Bowo, saya ingin mengajak Ibu-Ibu di Republik Indonesia untuk “Gemar Menulis” karena saya juga sudah menulis didunia maya KLIK saja. Tanamkan semangat menulis sejak dini bagi putra-putri kita agar dunia menulis menjadi kegiatan dan nafas hidup kita sehari-hari. Seperti KLIK saja.

Menulis dari hobi menjadi profesi.
Menulis juga jadi lahan rejeki.

Tags: Buku, Habibie Afsyah, Ibu Habibie, Pesta