Posted by admin in Uncategorized | 0 Comments
Gerakan Nasional Ayo Mandiri, Ciptakan Satu Pengusaha dalam Satu Keluarga
di Minggu, Agustus 16, 2009 Kategori: Business, Indonesiaku, Komunitas TDA, Mindset
Sampai di lokasi acara pun saya masih belum ‘ngeh, apa gerangan maksud dan tujuan dari acara ini.
Saya hanya hadir karena telah diundang 2 bulan lalu oleh penggagas acara ini, Bang Valentino Dinsi. Pastilah ini acara penting. Saya diminta untuk berbicara dan menandatangani MoU mewakili Komunitas TDA bersama dengan 16 lembaga dan komunitas lainnya.
Ketika saya hadir kemarin, di atas panggung sedang berbicara Habibie Afsyah didampingi ibunya. Habibie Afsyah adalah seorang anak muda berusia 20 tahun pengidap multiple scelerosis yang hanya bisa duduk di kursi roda dan menggerakkan satu jarinya saja. Ia sedang bercerita mengenai keberhasilannya berbisnis online. Incomenya sudah ratusan juga, kabarnya.
Saat ini namanya sedang naik daun dan sering diundang berbicara di mana-mana. Apalagi setelah tampil di program Kick Andy. Ia dipilih sebagai icon dari Gerakan Nasional Ayo Mandiri ini.
Setelah Habibie, naik lagi ke panggung seorang bertubuh mini, berjas hitam dan berbicara dengan begitu bersemangat. Ia datang jauh dari Dumai, Riau. Rupanya ia adalah seorang leader yang sukses membangun bisnis MLM.
Naik lagi ke panggung seorang pengidap cacat dan berkursi roda. Ia berbisnis dari rumah sebagai agen teh rosella.
Di tengah kebingungan saya itu, akhirnya Valentino Dinsi yang dikenal sebagai penulis buku bestseller Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian ini pun naik ke panggung. Ia bernarasi dengan begitu menyentuh. Ia ceritakan pengalamannya sebagai pengusaha yang telah berhasil membantu anggota keluarganya yang lain. Kesuksesannya ternyata telah mampu membantu meringankan beban keluarga. Maka dari itu, ia berpikir bahwa perlu ada minimal satu orang di dalam satu keluarga untuk menjadi pengusaha.
Yup, serta merta saya menyetujui argumen ini. Pikiran saya pun melayang kepada keluarga-keluarga yang saya kenal yang kemudian nasibnya terangkat setelah ada satu dari anggota keluarga tersebut menjadi pengusaha.
Saya punya famili di Sumatera yang ditinggal wafat oleh ayahnya ketika masih kecil. Saat itu pun hidup mereka hanya bergantung kepada pencaharian sebagai penjual pisang goreng. Sang kakak sulung akhirnya menggantikan peran ayah dengan membuka toko buku kecil-kecilan. Dari situlah semuanya berawal. Sekarang 2 orang adiknya sudah lulus kuliah, ibunya sudah naik haji, dan punya banyak properti. Ia telah mengangkat perekonomian keluarga dengan menjadi pengusaha.
Setelah narasi itu kami yang mewakili 16 lembaga dan komunitas itu pun dipanggil ke atas panggung untuk menandatangani MoU. Di antara yang hadir adalah wakil-wakil dari Komunitas Entrepreneur College (Khairulsalim Ikhs), Oase Entrepreneur Academy (Sahmullah Rifqi), Yayasan Habibie Afsyah, Smart Entrepreneur Community (Ir. Budi Utoyo), Baitul Maal Muamalat, Gerai Dinar, Zahir Accounting, penulis dan trainer The 7 Awareness (Nanang Qosim Yusuf) dan lain-lain. Saya pun turut membubuhkan tanda tangan mewakili Komunitas TDA yang semestinya dilakukan oleh Pak Iim Rusyamsi selaku Presiden TDA. Tapi karena Pak Iim juga sedang berbicara di Sarasehan Bisnis Kreatif, maka kami pun berbagi tugas.
Dalam kesempatan ini saya pun mengatakan kepada hadirin bahwa menjadi pengusaha adalah fardhu kifayah di dalam keluarga. Harus ada minimal satu orang di dalam keluarga yang jadi pengusaha. Indonesia masih tertinggal di bandingkan Singapura yang sudah memiliki 7% pengusaha dan Amerika dengan 11% dari jumlah penduduknya sebagai pengusaha. Indonesia hanya memiliki 0,18% saja. Padahal suatu negara akan makmur dan sejahtera bisa minimal ada 2% saja penduduknya yang jadi pengusaha atau wirausaha.
Saya berharap pencanangan Gerakan Nasional Ayo Mandiri ini akan menggugah banyak pihak mengenai pentingnya kemandirian di dalam setiap keluarga. Gerakan ini akan melahirkan jutaan wirausaha baru nantinya. TDA dengan jaringan membernya yang telah mencapai 9.000 ini, tentu saja mendukung gerakan ini. Inilah yang selama ini telah dan akan terus dilakukan TDA.
Dugaan saya tepat. Status saya di Facebook pun langsung ditanggapi oleh member TDA di berbagai daerah. “Saya dukung gerakan ini Pak Roni”, demikian salah satu komentarnya.
Insya Allah…
Salam FUUUNtastic! SuksesMulia!
Wassalam,
Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA
http://roniyuzirman.blogspot.com/2009/08/gerakan-nasional-ayo-mandiri-ciptakan_16.html
NB: Beberapa orang yang saya temui di acara ini saya perkenalkan dengan TDA. Mereka begitu respek dan bersedia menjadi nara sumber di kegiatan TDA. Di antaranya adalah Pak Budi Utoyo (owner Spa Leha-Leha dan 14 perusahaan lainnya) dan Mas Nanang Qosim Yusuf (penulis dan trainer The 7 Awareness) yang lagi naik daun ini.
Bookmark and Share
3 komentar:
154154 mengatakan…
Mari tanamkan sikap entrepreneurship kepada anak sejak dini, kepada istri sejak pacaran, dan kepada semua keluarga
Salaam,
Muslih
Grosir Peci-Kopyah-Songkok
Min Agu 16, 08:29:00 AM 2009
Hendra Permana mengatakan…
DUKUNG PENUH gerakan ini…dan WAJIB jadi GERAKAN NASIONAL!!!
GERAKAN NASIONAL AYO MANDIRI, 1 FAMILY 1 ENTREPRENEUR
Sel Agu 18, 10:40:00 AM 2009
HambaNya mengatakan…
Pak saya mau jadi pengusaha, saya terharu baca tulisan ini. Ya Allah mudahkanlah hamba menjadi seorang pengusaha seperti Rasulullah dan para sahabat
Rab Agu 19, 08:30:00 AM 2009

Madu Perhutani