Hari ini Minggu, 17 Agustus 2008 adalah hari Ulang Tahun Kemerdekaan R.I. ke 63, tadi pagi saya mengantar Habibie ke Lapas ( Lembaga Pemasyarakat ) Anak Pria di Tangerang. Habibie dipanggil untuk hadir ditengah-2 kebahagian kurang lebih 259 Andikpas ( Anak Didik Lapas ), dia diundang sebagai motivator ….. semoga kehadiran Habibie dapat memberikan pencerahan dan menambah wawasan mereka.
Pesan Habibie pada mereka agar dapat melupakan masa lalu dan menjemput masa depan yang lebih baik karena mereka pasti punya potensi diri yang bisa dikembangkan diluar Lapas…. harus berani bangkit dari keterpurukan, dan berani melawan kebodohan dan keluar dari kemiskinan. Banyak peluang yang bisa didapat diluar tembok Lapas dan kami berjanji suatu saat bisa datang lagi dalam suasana yang lain.
Tahukah Anda bahwa ternyata Lapas Anak Pria di Tangerang ini mendapat penghargaan/predikat Lapas Anak terbaik dinegeri kita Indonesia, penghargaan ini diberikan oleh Menteri Hukum & HAM….. Mengapa ?
Karena :
- Lingkungan Lapas ditata menjadi lingkungan yang edukatif dan sangat manusiawi.
- Merubah performens petugas/sipir Lapas menjadi lebih familier dan ramah, simbul-2 kekuasaan tidak digunakan lagi maksudnya seperti : tanda pangkat, pentungan maupun senjata tidak dipakai lagi.
- Memberikan kesempatan pada Andikpas untuk mengembangkan potensi diri dan mengijinkan Andikpas untuk menampilkan prestasinya diluar lingkungan Lapas, misalnya Band Lapas, Tim Nasid juga boleh main di Mall, festifal maupun memenuhi undangan dari instansi lain.
- Mengembangkan hubungan kemitraan dengan lembaga /organisasi kemasyarakatan dan Badan Sosial dalam dan luar negeri untuk berpartisipasi dan berperan aktif membina atau mengembangkan Andikpas
- Terbuka untuk umum yang ingin memajukan dan mempromosikan menuju kearah perbaikan.
Penilaian ini memang pas diberikan oleh Pemerintah pada Lapas Anak tersebut…. karena sayapun melihat lingkungan Lapas ini bersih rapi dan tertip begitu juga karyawan/staf juga terlihat sangat apik….. maaf-2 saja ya bahkan Toilet untuk umumnya pun juga bersih…. pokoknya kita pun betah berlama-lama berkunjung disana.
Dari wajah-2 mereka terpancar kebahagiaan masa kanak-2 seperti mereka yang merayakan diluar Lapas…. Jujur saja saya baru sekali ini datang ke sini ( Lembaga Pemasyarakatan ), yang saya lihat berbeda dengan yang saya bayangkan…. ternyata suasana di Lapas sangat nyaman, dan penuh rasa kekeluargaan, tidak ada rasa ataupun gambaran yang seram…. atau garang.
Anak-2 disana diperlakukan secara manusiawi bukan sebagai pesakitan, saya coba mencari tahu dari teman-2 relawan yang secara rutin berkunjung untuk sharring dengan mereka, ternyata suasana kekeluargaan ini memang sengaja diciptakan agar Lapas ini punya rasa harmoni antara pembina dan Anak Didik Lapas…. katakanlah pendekatan emosional ato kasih-sayang.
Pembesuk pun diberikan waktu/jam kunjung yang flaxible sesuai dengan kebutuhan masing-2 tamu, bukan sistem jam kunjung yang ketat atau tepat waktu…. jadi antara tamu yang berkunjung dengan anak yang dikunjungi terlihat santai tanpa dibatasi jeruji besi dan suasana yang kaku…. bahkan disediakan taman dan tempat duduk yang santai dan nyaman.
Bagaimanapun anak-2 di Lapas adalah anak-2 yang terputus kasih sayangnya dengan keluarga, sebagai mahluk sosial pastinya mereka juga merindukan figur seorang ayah, ibu, kakek/nenek ataupun kakak maupun adik dan yang pasti mereka juga rindu pada suasana yang harmonis dalam keluarga… bukan suasana rutinitas yang selama bertahun-2 mereka temui dilingkungan lapas…. nah ditaman inilah mereka bisa menerima tamu keluarga maupun kunjungan dari relawan-2 yang sengaja datang untuk berbagi cerita dan kebahagian.
Perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia ke 63 ini diseponsori oleh Telkomsel, ada bantuan dari Majlis Taklim Telkomsel sebuah Mobil Sekolah Keliling untuk Andikpas dilengkapi pula dengan fasilitas komik digital, rencananya mobil ini akan datang ke Lapas untuk melayani kebutuhan pendidikan mereka bahkan mobil ini juga melani Kejar Paket A, B dan C.
Ada juga Yayasan Anak Cendekia Indonesia yang dipimpin oleh Ibu Rahma Fitri seorang Dosen di Fak. Kriminologi secara rutin membina Andiknas juga hadir bersama mahasiswa Fak. Kriminologi Univ. Indonesia yang sengaja datang untuk memeriahkan suasana kemerdekaan dengan menyelenggarakan lomba-2 yang bersifat edukatif dan memupuk rasa kebersaan satu sama lain dan lomba panjat pinang untuk memperebutkan hadiah yang tergantung dipuncaknya…. juga ada artis penyanyi yang datang bergabung Marsya namanya….. acara yang meriah ini dipandu oleh MC Fatiya seorang remaja yang dinamis dan sangat peduli pada anak-2 penghuni Lapas, Fatiya rajin berkunjung ke Lapas bahkan mereka terlihat sangat akrap dengan Fatiya dan Ibunya.
Saya ingin mengetuk hati nurani siapapun yang memiliki kelebihan…. maksud saya kelebihan waktu, kelebihan ilmu, perhatian maupun dana yang bisa disumbangkan pada mereka….. saya sangat terharu pada seorang anak yang masih imut-imut asal Lampung bernama Ilham yang masih berusia 9 tahun sudah masuk dalam lingkungan Lapas, ketika saya tanya kenapa sampai berada disini? katanya nyuri motor, buat apa nyuri motor toh kamu belum bisa naik motor…. disuruh orang katanya…. sudah berapa lama tinggal disini? katanya 1 tahun 2 bulan, berarti saat dia masuk Lapas masih usia 8 tahun….. dan kapan kamu bebas ? katanya 5 tahun lagi…. Masya Allah.
Ada saja orang dewasa yang berbuat atau memperalat anak kecil untuk kepentingan dan keuntungannya sendiri tapi menjerumuskan anak yang seharusnya dia lindungi dan dibimbing kejalan yang benar.
Marilah Ibu-2 kita harus lebih waspada mendidik dan mengawasi pergaulan anak-2 kita agar jangan sampai terpengaruh pada hal-2 yang negatif yang bisa merusak masa depan anak-2 kita….. Orang tua harus selalu dekat dihati anak-2nya kalau anak sudah terlanjur jauh dari orang tuanya dikuatirkan lingkungan yang akan menguasainya dan membentuknya…… Semoga hal ini tidak akan terjadi pada keluarga kita…. Amin !!!
Yang paling istimewa pada acara ini adalah ada 10 orang Andikpas yang memperoleh Remisi dari Presiden dan bebas untuk kembali kerumahnya….. tapi ada beberapa diantara mereka tidak percaya kalo mereka dipersilahkan pulang kerumah masing-2 bahkan ada yang bingung mo pulang kemana, karena sudah nyaman tinggal di Lapas…. juga ada yang sudah dijemput oleh ibunya malah tidak mau pulang…. aneh-2 saja anak ini, Sang Ibu sudah jemput pagi-2, sampai siang hari anaknya yang dijemput malah tidak mau ketemu ibunya bahkan malah tidak nongol.